Yunani : Pemekaran Kabupaten Gambut Raya Dipastikan Tidak Berdampak pada Kemiskinan Kabupaten Induk

Yunani Pemekaran Kabupaten Gambut Raya Dipastikan Tidak Berdampak Kemiskinan Kabupaten Induk

MartapuraKlik – Pemekaran Kabupaten Banjar dengan mendirikan wilayah otonom baru yakni, Kabupaten Gambut Raya. Dipastikan tidak akan berdampak kemiskinan kepada kabupaten induk.

Perihal tersebut, disampaikan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Banjar sekaligus Ketua Pemekaran Gambut Raya yakni, HM Yunani, kepada MartapuraKlik berserta sejumlah awak media lainnya, Rabu (5/1/2022).

Read More

“6 kecamatan rencananya sebagai didirikannya wilayah Gambut Raya, di antaranya, Kecamatan Gambut, Aluh-aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Kertak Hanyar dan Kecamatan Sungai Tabuk, tidak akan memiskinkan Kabupaten Banjar sebagai kabupaten induknya,” bebernya.

Menurutnya, rencana pemekaran Gambut Raya berdasarkan aspirasi masyarakat yang tertuang beserta data-data yang telah mereka kumpulkan.

“Alasan pemekaran tersebut didasari karena hingga saat ini masih terjadi kesenjangan diberbagai sektor. Baik dari aspek pembangunan maupun aspek layanan kepada masyarakat. Khususnya di Daerah Pemilih (Dapil) kita seperti Kecamatan Gambut, Aluhaluh, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur,” ucap anggota Komisi III DPRD Banjar ini.

Terjadinya kesenjangan tersebut, HM Yunani menyebutkan, lantaran pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjar tidak mampu menjangkau hingga ke pelosok daerah.

“Karena hal tersebutlah yang menjadi dasar masyarakat menginginkan adanya pemekaran,” sebutnya.

Kendati bukannya kita tidak bisa melakukan intervensi. Namun, dengan ditopang APBD yang kecil, sementara jumlah pegawai sangat luar biasa, membuat belanja pegawai dan belanja modal terjadi perbedaan.

“Otomatis, APBD yang kecil tidak dapat untuk meng-cover untuk 20 kecamatan yang ada,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, munculnya rencana pemekaran ini setelah dilakukan penelitian, kajian akademik dan survei yang dilaksanakan perguruan tinggi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

Selain itu, sambung HM Yunani, juga telah dilaksanakan seminar yang dimotori Bapelitbang Pemprov Kalsel di Kota Banjarbaru. Di mana pihaknya sudah dapat memperhitungkan dan cukup beralasan untuk melakukan pemekaran.

“Pemekaran ini dipastikan tidak akan berimplikasi untuk memiskinkan kabupaten induk. Kami bisa mandiri, karena dari sektor pendapatan jasa dan pajak saja kita menyumbang PAD sebesar 42 persen. Belum lagi sektor lainnya yang akan dikembangkan setelah berdiri daerah otonom,” paparnya.

Oleh sebab itu, sebagai daerah penyumbang pendapatan, apa yang kita dapat berbanding terbalik dengan apa yang telah kita berikan ke daerah. “Sehingga terjadi kesenjangan berbagai aspek,” cetusnya.

Disamping itu, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar yang langsung diterima Bupati Banjar H Saidi Mansyur, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar HM Hilman.

“Jadi, perlu digarisbawahi bahwa Bupati Banjar sudah menerima audiensi kami. Memang bukan langsung menyetujui usulan pemekaran Gambut Raya, tapi menerima audiensi dari panitia Perkumpulan Pemekaran Gambut Raya. Pemda pun menyarankan agar panitia bersurat resmi ke Pemkab Banjar dan DPRD Kabupaten Banjar. Kita pun akan menggelar audiensi dengan DPRD,” tegasnya.

Perlu diketahui, lanjut HM Yunani, implikasi moratorium sebagai kebijakan pusat tidak menghapus apa yang tertuang di dalam Undang-undang (UU) Nomor 23/2014 yang mengatur tentang pemekaran atau mendirikan otonom baru.

“Bahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2007 mengisyaratkan hal yang sama. Jadi, moratorium ini sebagai kebijakan pusat yang mempertimbangkan dari berbagai aspek, seperti aspek politik dan keuangan negara. Kami pun sudah menyiapkan semua bahannya, ketika moratorium dibuka,” ungkapnya.

Kendati demikian, terkadang kawan-kawan yang tidak didelegasikan memberikan statement ke ruang publik, padahal sudah memiliki wadah kepanitiaan.

“Karena berdasarkan rapat internal, panitia sudah menunjuk siapa yang nantinya akan menyampaikan perihal tersebut,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *