Yasna Mengaku Tidak Hafal Anggaran Stunting di Puskesmas

MENGAKU - Kepala Dinkes Banjar Yasna Khairina mengaku, tidak tahu anggaran stunting di 25 Puskesmas.

MartapuraKlik – Kepala Dinas Kesehatan Banjar Yasna Khairina mengaku, tidak tahu besaran anggaran penanganan stunting yang diterima di 25 UPT Puskesmas yang berada di Kabupaten Banjar.

“Kalau anggarannya saya tidak hafal. Sebab, anggaran yang disalurkan bersumber DAK non fisik (APBN) ini, langsung masuk ke rekening Puskesmas masing-masing, bukan melalui Dinkes,” beber Yasna, belum lama tadi.

Read More

Ditanya bagaimana mekanisme dan persyaratan untuk mendapatkan alokasi dana dari APBN? Ia pun juga tak bisa menyebutkannya.

“Ya, tak hafal. Untuk totalnya kan juga harus dijumlahkan dulu,” sebutnya.

Dilain sisi, mengingat kasus angka stunting di 2024 naik menjadi 30,1 persen dibandingkan 2023 lalu sebesar 26,4 persen. Ia mengungkapkan, wilayah di Kabupaten Banjar yang masuk kategori stunting tertinggi, yakni berada di Kecamatan Aluh aluh dan Paramasan.

“Kalau kecamatan lain angka kasus stunting bervariasi. Hasil ini kita sesuaikan dengan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI),” tuturnya.

Perlu diketahui, Dinkes Kabupaten Banjar merupakan penerima anggaran paling besar di antara instansi lainnya dilingkup Pemkab Banjar.

Beberapa item penanganan stunting yang ada pun bervariasi, mulai pengelolaan pelayanan ibu hamil, pengelolaan kesehatan ibu dan anak, pengelolaan pelayanan kesehatan reproduksi, Bimtek dan Supervisi UKMB, pengelolaan pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar (SD), pasca imunisasi dan pemberian obat massal, termasuk pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat.

Berdasarkan data BPKPAD Kabupaten Banjar melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Kemendagri RI, dirincikan bahwa alokasi yang ditujukan untuk 25 Puskesmas mencapai Rp.16,3 miliar lebih.

Sedangkan, Dinkes Kabupaten Banjar juga mendapatkan kucuran DAK Non Fisik sebesar Rp.95,4 miliar lebih. Dalam rincian itu terdapat Rp.91,6 miliar untuk Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Jika ditotalkan seluruh penggunaannya, baik Dinkes dan 25 Puskesmas di Kabupaten Banjar sebesar Rp.111,63 miliar lebih. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *