Warga Menolak Pembangunan TPSS di Kelurahan Jawa, Irwan Bora Tinjau Lokasi

MENOLAK - Warga di Kelurahan Jawa dan Kelurahan Murung Keraton menolak adanya pembangunan TPSS di kawasan tersebut, di mana Ketua Komisi III DPRD Banjar pun turut mendukung hal itu.

MartapuraKlik – Puluhan warga di Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Menolak dengan ada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) di tempat tersebut.

Tak hanya warga di Kelurahan Jawa saja, adanya penolakan pembangunan TPSS di kawasan tersebut pun didukung oleh warga di Kelurahan Murung Keraton yang kebetulan berdekatan di TPSS itu.

Read More

Berdasarkan pantauan MartapuraKlik dan satu awak media, diketahui pembangunan TPSS di Kelurahan Jawa ini, dari program Kota Tanpa Kumuh atau disingkat Kotaku. Di mana anggaran tersebut langsung direalisasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahana Rakyat RI.

Hal ini pun dibenarkan Mantan Ketua RT 1 Kelurahan Jawa Saipul, kepada awak media ketika dijumpai di lokasi TPSS itu, Selasa (16/11/2021) sore.

“Sebelum dibangun TPSS ini, semua warga di Kelurahan Jawa dan Kelurahan Murung Keraton sudah menolak namun tetap saja proses pembangunan ini dilanjutan,” bebernya.

Padahal, lanjut Saipul, pihaknya sudah melakukan pengajuan penolakan kepada dinas terkait. Akan tetapi tidak ditanggapi.

“Lantaran tidak mendapatkan respon apapun dari dinas terkait, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai Ketua RT. Bahkan, salah sorang petugas dinas yang membela penolakan itu, di pindah tugaskan menjadi staf kelurahan,” cetusnya.

Di hari yang sama, mendapatkan adanya informasi tersebut, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar Irwan Bora, langsung meninjau lokasi pembangunan TPSS di Kelurahan Jawa.

“Hukum yang tertinggi itu adalah keputusan dari warga. Kalau memang warga setempat menolak adanya pembangunan tersebut, maka tidak bisa dibangun,” tegasnya.

Pemerintah daerah sebagai kajian teknisnya harus jelas dalam melaksanakan pembangunan ini, sehingga warga bisa memahami.

“Pasalnya, berdasarkan hasil dari warga, hal ini memang belum memahami dan belum pernah disosialisasikan, sehingga sebagian warga tidak menerima. Kalau menurut kita sebagai orang awam, pembangunan TPSS di tengah perkotaan ini tidak lah elok,” tuturnya.

Kedepannya, sebagai wakil rakyat, pihaknya akan mendukung terus dan berupaya agar ada solusi terbaik bagi warga sekitar.

“Ini bertujuan agar warga bisa menerima dan menikmati hasil dari pembangunan di Kabupaten Banjar,” ucap Irwan Bora.

Selanjutnya, pihaknya akan mengundang Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Banjar dan pihak Kotaku untuk terjun langsung ke lokasi dan berdiskusi dengan masyarakat setempat. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *