Tujuh Dinas di Kabupaten Banjar Dapat Anggaran Stunting, Anggarannya Capai Rp.139 Miliar

BERI KETERANGAN - Kepala Bappeda Litbang Banjar Nasrullah Shadiq, memberikan keterangan terkait anggaran penanganan stunting di 2024.

MartapuraKlik – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar menyebut anggaran penanganan stunting di 2024 mencapai Rp.139 Miliar lebih, bersumber dari APBD, DAK dan Dana Desa.

Perihal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Litbang Banjar Nasrullah Shadiq, kepada awak media, Kamis (6/6/2024).

Read More

Ia mengatakan, terkait anggaran sebesar Rp.118 miliar itu dari angka yang didapat oleh Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar.

“Angkanya berbeda karena sumbernya juga berbeda. BPKPAD itu dari Budget Tagging yang dilakukan SOPD saat melakukan penginputan di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) diawal 2024,” kata Nasrullah.

Sedangkan data dari Bappeda Litbang, lanjutnya, seluruh SOPD diwajibkan melakukan penginputan di Aplikasi Aksi Bangda atau Aksi Konvergensi dari Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda)

Di mana untuk penginputan 8 aksi integrasi (yang saling keterkaitan) dalam rangka percepatan pencegahan stunting di setiap dareah kabupaten/kota di Indonesia.

“Untuk total anggarannya terkait penanganan stunting dibeberapa dinas ini, sebesar Rp.139 miliar lebih atau tepatnya Rp.139.642.418.740,” sebutnya.

Sementara untuk anggaran stunting hingga ratusan miliaran ini, lebih jauh dikatakan Nasrullah, akan diserahkan ke tujuh instansi. Di mana Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan anggaran terbesar, sebanyak Rp.99.778.083.042.

“Dari total anggaran Dinkes tersebut, sebesar Rp.91 miliar di antaranya untuk BPJS dan sisanya untuk penanganan stunting,” ujarnya.

Sedangkan, untuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banjar, mendapatkan anggaran stunting sebesar Rp.8.924.099.398 miliar.

“Kebanyakan itu dana desa. Karena dana desa itu kan punya kewajiban untuk penanganan stunting,” ungkapnya.

Selain Dinkes dan DPMD, tambah Nasrullah, yang mendapatkan anggaran stunting di antaranya, Dinsos P3AP2KB Banjar sebesar Rp.5,8 miliar lebih, Dinas Ketahanan Pangan Rp.110 juta, Dinas Pendidikan dan Disbudporapar Rp.688,8 juta serta Dinas PUPRP Rp.24,3 miliar. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *