Tim Satops Patnal Pas se-Banjar Raya Gelar Razia dan Tes Urine di LPP Martapura

PENGGELEDAHAN - Tim Gabungan menyusuri setiap sudut kamar dan tempat rawan yang dicurigai dimanfaatkan Warga Binaan untuk menyembunyikan barang terlarang.

MartapuraKlik – Tim Gabungan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal Pas) se-Banjar Raya melaksanakan razia dan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA (LPP) Martapura, Selasa (26/7/2022).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkup LPP Martapura agar terciptanya suasana yang kondusif, serta sebagai salah satu upaya nyata dalam meminimalisir masuknya benda-benda terlarang di dalam Lapas.

Sejak pukul 10.00 Wita, petugas Pemasyarakatan dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, LPKA Kelas I Martapura, Bapas Kelas I Banjarmasin, Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Rutan Kelas IIB Marabahan, Rutan kelas IIB Pelaihari hingga Rupbasan Kelas I Banjarmasin merapatkan barisan di Lapas Perempuan Martapura.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kalsel Sri Yuwono.

Kepala LPP Martapura Salis Farida Fitriani mengatakan, pelaksanaan razia dilakukan dengan membagi petugas menjadi lima tim dan satu tim bertugas untuk menggeledah satu blok hunian.

“Lapas Perempuan Martapura memiliki 5 blok hunian, yaitu Medium Security I dan II, Minimum Security I dan II, serta Maksimum Security,” katanya.

Salis Farida Fitriani mengungkapkan, setiap tim tidak hanya menggeledah kamar hunian, tetapi juga dengan gesit menyusuri setiap sudut kamar serta tempat-tempat rawan yang dicurigai dimanfaatkan Warga Binaan menjadi tempat persembunyian barang terlarang.

“Pelaksanaan penggeledahan kamar dan blok hunian berlangsung dengan tertib dan lancar. Hasil dari penggeledahan adalah tidak ditemukan barang terlarang seperti alat komunikasi ataupun obat-obatan terlarang,” ungkapnya.

Petugas tetap menyita barang-barang yang berpotensi disalahgunakan sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Demi mewujudkan Lapas Zero Narkotika, kegiatan hari ini ditutup dengan pelaksanaan tes urine kepada petugas dan warga binaan,” ucapnya.

Hal ini, lanjutnya, guna memastikan bahwa tidak terdapat penyalahgunaan narkoba, sehingga dilakukan tes urine kepada 10 orang Warga Binaan dan 10 petugas yang dipilih secara acak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Satops Patnal Pas se Banjar Raya yang berkenan ke LPP Martapura dan melaksanakan penggeledahan di kamar dan blok hunian,” tuturnya.

Hari ini juga telah dilaksanakan tes urine, Salis Farida Fitriani menjelaskan, berdasarkan hasilnya yang telah dilakukan kepada petugas maupun Warga Binaan menunjukkan hasil negatif.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan koordinasi meskipun berbeda UPT dan menjadi salah satu wadah untuk saling bersilaturahmi,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *