Tarif Disesuaikan, PTAM Intan Banjar Komitmen Tingkatkan Pelayanan

SOSIALISASI - Selama kurang lebih dua bulan, Tim Sosialisasi Penyesuaian Tarif PTAM Intan Banjar terus mensosialisasikan penyesuaian tarif tersebut ke tiap kecamatan di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

MartapuraKlik – Penyesuaian tarif air leding PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar resmi diberlakukan bulan ini. Di mana sebelumnya diinformasikan bahwa bakal diberlakukan pada Juli 2022 lalu, namun baru bisa terealisasi per tagihan September 2022 ini.

Berdasarkan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020, kelompok pelanggan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I menampung jenis pelanggan yang paling sedikit meliputi, masyarakat berpenghasilan rendah, untuk kepentingan pendidikan dan sosial dengan membayar tarif rendah.

Kemudian kelompok II, menampung jenis pelanggan rumah tangga yang menggunakan air minum untuk memenuhi standar kebutuhan pokok air minum sehari-hari, dengan membayar tarif dasar.

Ketentuan membayar tarif dasar dikecualikan bagi pelanggan rumah tangga yang menggunakan air di atas kebutuhan dasar, terhadap pelanggan tersebut diberlakukan tarif penuh.

Sementara kelompok III, menampung jenis pelanggan yang menggunakan kebutuhan air minum untuk mendukung kegiatan perekonomian dengan membayar tarif penuh.

Terakhir kelompok IV, menampung jenis pelanggan yang mendukung kebutuhan pokok dan atau perekonomian dengan membayar tarif berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian.

Ada pun tarif penyesuaian yang diberlakukan per tagihan September 2022 ini, yaitu pelanggan yang pemakaian airnya dalam satu bulan kurang dari standar kebutuhan pokok air minum tidak dikenakan perhitungan tarif pemakaian air, tetapi dikenakan biaya admin atau biaya tetap seperti Kelompok I Rp.42 ribu, Kelompok II Rp.90 ribu dan Kelompok III Rp.115 ribu.

Adanya penyesuaian tarif ini tentunya dalam rangka peningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Direktur Umum PTAM Intan Banjar Abdullah Saraji menjelaskan, seperti di kawasan Banjarbaru-Martapura (BNA). PTAM Intan Banjar bekerja sama dengan BPAM Banjar Bakula melakukan peningkatan kapasitas produksi dari 180 liter per detik, menjadi 500 liter per detik.

“Alhamdulillah, disupport lagi dari provinsi. Adanya pengembangan jaringan distribusi utama Jalan Trikora hingga Booster Gt Mangis,” ujarnya, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) PTAM Intan Banjar H Untung Hartaniansyah, dan Kepala Bagian SDM Ermina Zainah.

Sasaran dari pengembangan jaringan, lanjut Abdullah Saraji, yakni untuk peningkatan kuantitas, kontiunitas dan tekanan wilayah pelayanan Loktabat Selatan, Palam, Guntung Manggis dan sekitarnya melalui penambahan serapan Air Curah SPAM Banjarbakula.

“Tentunya, ini semakin menambah kuantitas distribusi air ke pelanggan,” ucapnya.

Kemudian, ada juga pengembangan jaringan distribusi utama Jalan Mistar Cokrokusuma ke kawasan Gunung Kupang dan Cempaka.

“Sasarannya yakni peningkatan kuantitas, kontiunitas dan tekanan wilayah pelayanan Jl Mistar Cokrokusumo, Gunung Kupang, Cempaka, Bangkal dan sekitarnya,” jelasnya.

Ditambah lagi, pengembangan jaringan distribusi utama Kelapa Gading – Sungai Ulin – Sekumpul. Praktis akan meningkatkan kuantitas, kontiunitas dan tekanan wilayah pelayanan Jalan Kelapa Gading, Jalan Jeruk, Sungai Ulin dan sekitar kawasan Sekumpul.

Kemudian di kawasan Cabang I Peramuan yang membawahi Landasan Ulin, Liang Anggang, Gambut dan sekitarnya juga ditingkatkan.

“Kapasitas produksi yang sebelumnya 40 liter per detik, ditingkatkan menjadi 60 hingga 80 liter per detik,” tutur Abdullah Saraji.

Sementara, H Untung menambahkan, di Cabang II Kertak Hanyar, telah dibangun Booster Gambut untuk menopang distribusi dari Ahmad Yani hingga Kertak Hanyar.

“Tentunya, ke depan pengembangan dilanjutkan di kawasan Tambang Sirang dan sekitarnya,” tambahnya.

Kemudian di Cabang III Mataraman bakal didukung distribusi dari pusat langsung. Dengan bantuan dari IPA Pinus ke Cabang III, dipastikan kuantitas maupun kualitas air di kawasan Mataraman dan sekitarnya semakin bagus lagi.

“Peningkatan pelayanan kepada pelanggan tentunya dilakukan secara bertahap. Sehingga distribusi air bersih ini bisa merata sampai ke pelosok. Sementara terkait kualitasnya sendiri kita berpatokan dengan Permenkes,” pungkasnya. (*/ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *