Spanduk Bertulisan Sindiran di Kelurahan Pasayangan Dicopot, Pemkab Banjar Janjikan Perbaikan Drainase April Ini

Spanduk Bertulisan Sindiran di Kelurahan Pasayangan Dicopot, Pemkab Banjar Janjikan Perbaikan Drainase April Ini
DICOPOT - Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi bersama warga setempat tengah melakukan pencopotan spanduk, usai ditandatanganinya nota kesepakatan antara warga Rt 3 Jalan Pangeran Abdurrahman dengan Pemkab Banjar.

MartapuraKlik – Usai ditandatanganinya nota kesepakatan antara warga Rt 3 Jalan Pangeran Abdurrahman, Kelurahan Pesayangan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, akhirnya spanduk bertulisan sindiran yang terpasang beberapa waktu lalu ini dicopot.

Pencopotan spanduk tersebut juga diikuti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar HM Rofiqi.

Read More

Ketua RT 03 Kelurahan Pesayangan M Makki mengungkapkan, pencopotan spanduk ini dilakukan sesuai dengan nota kesepakatan usai bertemu di DPRD Kabupaten Banjar.

“Untuk sementara spanduk ini kita copot atau turunkan sampai April 2022 nanti. Kita tunggu janjinya untuk perbaikan drainase sesuai nota kesepakatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata M Makki, jika April nanti tidak ada pengerjaan, kemungkinan pihaknya akan kembali memasang spanduk bertuliskan sindiran tersebut.

“Kita lihat kedepanya. Disamping itu juga kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu mengabarkan ini. Sehingga mendapatkan tanggapan dari pemerintah,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi mengingatkan, agar pengerjaan perbaikan drainase di jalan tersebut dapat dilakukan sesuai kesepakatan.

“Ini adalah win-win solution. Di mana warga melepas spanduk dan pemerintah paling lambat mengerjakan perbaikan April 2022. Lebih cepat lebih baik,” katanya.

Dirinya juga mengakui bahwa genangan air di lokasi itu sudah berangsur kurang lebih selama 10 hari dan dipastikan air tersebut kotor.

“Kita yang lewat sini setiap hari saja merasa sangat miris dengan adanya genangan yang sampai saat ini tak bisa tertanggulangi ini,” akunya.

Meski begitu, papar HM Rofiqi lebih jauh, sebelumnya pihaknya sempat ingin melakukan perbaikan secara swadaya, tapi penanggulangannya berkaitan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Ada kiranya sudah 5 tahun lamanya tidak diperbaiki. Bahkan selama 3 tahun saya duduk di dewan, kondisinya pun masih sama. Saya yakin hal seperti ini karena kurangnya perhatian dari pemerintah,” sindirnya.

Ironisnya, tambah Ketua DPRD Banjar, kawasan tersebut adalah wajah Martapura, di mana tak jauh dari lokasi genangan air tersebut, terdapat Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang menjadi salah satu icon Kota Serambi Mekkah.

“Masa seperti ini tak bisa ditangani. Tapi kita coba dulu kawan-kawan dari Dinas PUPRP untuk menangani, karena menurut mereka daerah ini adalah salah satu titik terendah di Martapura. Kalau nanti sudah ditangani tapi masih tetap terjadi banjir, kita akan cari solusinya, tak bisa berandai-andai bagaimana saat ini,” tuturnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *