Siap Siaga Bencana Banjir, BPBD Kabupaten Banjar Tempatkan Tiga Posko Mobile Ke Pengaron, Astambul dan Martapura

Siap Siaga Bencana Banjir, BPBD Kabupaten Banjar Tempatkan Tiga Posko Mobile Ke Pengaron, Astambul dan Martapura
WAWANCARA – Plt Kalak BPBD Banjar HM Riza Dauly, memberikan keterangan terkait kesiapsiagaan penanggulangan dalam menghadapi bencana banjir di wilayah Kabupaten Banjar.

MartapuraKlik – Berdasarkan data update dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupetn Banjar, wilayah yang paling terdampak banjir saat ini berada di Kecamatan Martapura dan Martapura Timur.

Perihal tersebut diungkapkan Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banjar HM Riza Dauly, kepada MartapuraKlik bersama dua awak media lainnya. Bahwa terkait kesiapsiagaan penanggulangan dalam menghadapi bencana banjir ini, pihaknya sudah menggeser tiga posko mobile barupa 1 unit mobil, 1 unit perahu dengan kurang lebih beranggotakan 4 personel dan 1 unit kendaraan roda dua di lapangan.

Read More

“Ketiga posko mobile ini kita tempatkan dengan titik-titik pantauan di antaranya, di Kecamatan Pengaron, Astambul dan Martapura Timur. Alasannya karena ketiga wilayah tersebut menjadi tempat strategis, apabila masyarakat memerlukan evakuasi segera terlebih, menggunakan jalur air,” bebernya.

Lebih jauh dipaparkan Riza Dauly, dibagian hulu seperti, Sungai Pinang, Pengaron dan sekitarnya terpantau aman. Pasalnya, selama kurun waktu 24 jam ini, tidak ada kenaikan intensitas curah hujan.

“Walaupun terjadi penurunan debit air 2 hingga 3 centimeter per jam. Dibagian hulu lainnya seperti di Kecamatan Astambul, Martapura, Martapura Timur dan Martapura Barat ini, masih tergenang air,” ungkapnya.

Kenapa itu terjadi? Tanya Riza Dauly. Alasannya di wilayah hilir kemungkinan besar air masih tinggi karena pasang (rob) dipesisir laut jawa di wilayah bagian kalimantan.

Disamping itu, belum lama tadi pihaknya sudah melakukan evakuasi tapi belum mengungsi secara formal. Artinya secara formal itu, masyarakat diungsikan secara mandiri.

“Seperti mengungsi di tempat sanak keluarga terdekat, yang dikira tempat tersebut relatif aman dari banjir,” tuturnya.

Disamping itu, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Borneo Rescue, BPK Gajah dan BPK Jala.

“Terima kasih sudah berperan dan membantu pemerintah dalam musibah bencana kemanusaiaan berupa banjir di wilayah Martapura tadi,” ucapnya.

Kendati penyaluran logistik belum disalurkan kepada masyarkat terdampak banjir, lantaran status Kabupaten Banjar masih dalam tahapan siaga bencana dan belum naik menjadi tanggap bencana. Namun, diakuinya tidak menutup kemungkinan bagi para dermawan atau donator yang ingin mendistribusikan secara mandiri kebutuhan-kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak ini.

“Kita persilahkan dan kami mohon terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar. Ini dimaksud agar menunjukan di wilayah mana saja titik-titik yang rawan bencana banjir,” jelasnya.

DIlain sisi, pihaknya memandang banjir ini adalah bencana kemanusiaan dan dalam penanggulangan bencana itu ada yang namanya skema pentahelix.

“Jadi, ini tanggung jawab bersama terkait dengan peran pemerintah daerah, organisasi masyarakat, peran dunia usaha. Kemudian ada peran akademisi dan peran media sebagai media elektronik dan media sosial yang menyebar luaskan informasi tentang kebencanaan dan kejadian bencana,” tuturnya.

Seperti pesan yang disampaikan Bupati Banjar Saidi Mansyur, saat meninjau ke posko BPBD bahwa BPBD adalah para relawan yang harus siap dan siaga dalam menghadapi bencana serta cepat merespon dalam hal tanggap darurat dari keluhan masyarakat. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *