Sepanjang 2022, Dinkes Kabupaten Banjar Sebut Ada 9 Kasus Dugaan Polio

DUGAAN - Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banjar Noor Ipansyah menyebutkan, ada 9 kasus dugaan polio.

MartapuraKlik – Kendati sudah dinyatakan Kementerian Kesehatan bebas polio sejak 2014, namun berdasarkan data yang didapat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, pihaknya telah melaporkan ada 9 kasus dugaan polio dari 6 target diberikan sepanjang 2022.

Kepala Dinkes Banjar Yasna Khairina, melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banjar Noor Ipansyah membeberkan, dari 9 kasus ini, 7 kasus di antaranya telah diperiksa dan dikaji non polio Acute Flaccid Paralysis (AFP).

Read More

“Sedangkan 2 kasusnya lagi pending, dikarenakan menunggu hari Kunjungan Ulang (KU) 60 hari,” bebernya, kepada MartapuraKlik, belum lama tadi.

Hasil dari KU 60 hari tersebut, sambung pria yang akrab disapa Ipan ini, akan dikaji oleh Komite Ahli Eradikasi Polio.

“Ini bertujuan sebagai bahan pertimbangan untuk menyatakan kasus termasuk dalam polio atau non polio AFP,” katanya.

Sementara, dari segi persentase vaksin polio di Kabupaten Banjar baru mencapai 65 persen. “Atau lebih tepatnya, sebanyak 7.080 orang dari target 10.512 orang,” sebutnya.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa dalam 2 tahun terakhir dilanda pandemi Covid-19, cakupan imunisasi polio agak rendah.

“Selain beberapa layanan kesehatan yang tutup, orang tua juga takut membawa anaknya ke fasilitas kesehatan saat pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Untuk mencukupi target yang diberikan, dalam beberapa waktu ini pihaknya akan gencar melakukan vaksin yang dilaksanakan ditiap Puskesmas.

“Saya imbau kepada masyarakat agar lebih aktif dalam bervaksin. Apalagi betapa pentingnya berimunisasi, agar anak tidak terkena virus polio,” imbaunya.

Ia menambahkan, gejala kelumpuhan yang disebabkan oleh virus polio ini meliputi lemas atau layuh.

“Ini dikarenakan rata-rata cenderung anak itu tidak melakukan imunisasi polio,” pungkasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *