Selidiki Kasus Dugaan Korupsi NPHD, Kasat Reskrim : Kasus Ini dalam Fase Penyelidikan

Selidiki Kasus Dugaan Korupsi NPHD, Kasat Reskrim Kasus Ini dalam Fase Penyelidikan
WAWANCARA - Terkait adanya kasus dugaan korupsi NPHD, Kasat Reskrim Polres Banjar IPTU Fransiskus Manaan, sebut kasus tersebut dalam tahap penyelidikan.

MartapuraKlik – Guna kelancaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banjar 2020 lalu, Pemkab Banjar telah mengucurkan dana sebesar Rp. 40,7 miliar untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan sebesar Rp16,2 Miliar untuk Bawaslu, yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), dan ditandatangani pada 14 Oktober 2019 silam.

Namun dibalik pelaksanaan Pilkada tersebut, kabar adanya dugaan kasus korupsi pun kembali mencuat di wilayah Kabupaten Banjar.

Read More

Kali ini, kasus dugaan korupsi berdasarkan temuan Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Banjar, ada hubungannya dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjar.

Dugaan adanya tindak pidana korupsi ini, terkait penggunaan Dana yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemkab Banjar, guna kelancaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banjar 2020 lalu.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan, membenarkan adanya dugaan kasus tersebut. Pihaknya saat ini sudah melaksanakan tahap penyelidikan.

“ Namun, kami masih belum bisa menyampaikan untuk dugaan perkiraannya. Karena masih dalam fase penyelidikan,” bebernya, kepada sejumlah awak media, Kamis (16/9/2021).

Pada tahap penyelidikan ini, labih jauh dikatakan Kasat Reskrim, akan muncul berapa besar total kerugian Dana NPHD dari Pemkab Banjar ke Bawaslu Kabupaten Banjar.

“ Sementara ini kami sudah mengambil data-data dari Panwascam maupun dari Bawaslu Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Saat ditanya awak media, dugaan kasus korupsi Dana NPHD ini mengarah kepada siapa? Iptu Fransiskus Manaan belum dapat menyebutkan siapa inisial tersangkanya.

“ Saat ini, kami belum dapat menyampaikan siapa tersangkanya. Siapa nanti terduga pelakunya, kita lihat saja nanti hasil proses selanjutnya,” jawabnya.

Di tempat berbeda, saat MartapuraKlik mengunjungi kantor Bawaslu Kabupaten Banjar untuk meminta konfirmasi terkait perihal tersebut. Komisioner Bawaslu nampak tengah sibuk menjamu kedatangan Bawaslu Provinsi Kalsel dan RI. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *