Saidan Sebut Target PAD Belum Capai, Dirut PD Pasar Angkat Bicara

ANGKAT BICARA – Dirut PD PBB Rusdiansyah kepada MartapuraKlik angkat bicara terkait PAD yang belum capai.

MartapuraKlik – Belum lama tadi, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar Saidan Fahmi, melontarkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bagi hasil laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kemungkinan sulit untuk dicapai.

Salah satunya, yakni Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) yang sebutkannya hingga triwulan ini belum menyetorkan devidennya.

Read More

“Apa lagi PD PBB yang ditarget pendapatan sebesar Rp. 2 miliar. Kemungkinannya hanya bisa tercapai kurang lebih Rp. 375 juta berdasarkan audit akuntan publik,” sebutnya.

Dilain sisi, saat dikonfirmasi perihal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PD PBB Rusdiansyah, kepada MartapuraKlik saat ditemui di ruang kerjanya angkat biacara.

“Perlu kami sampaikan di viden hasil audit tahun 2020 kemarin sudah kami setorkan ke pemerintah daerah,” bebernya, Rabu (13/10/2021).

Akan tetapi, kata Rusdiansyah, penyetoran dividen tersebut ditahan. Pasalnya, ada aturan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah pada pasal 104 yang menyebutkan, jika ada kerugian perusahaan, maka keuntungan yang diperoleh berikut tahun berikutnya digunakan untuk menutupi kerugian tahun sebelumnya.

“Jadi, berdasarkan aturan tersebut tak mungkin ada bagi hasil. Dalam hal ini bukan berarti tak disetor, kita masih menunggu arahan dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini lanjut Rusdiansyah, Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Banjar sedang berkoordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait hal tersebut.

“PAD yang disetorkan ke Pemerintah Daerah dari tahun anggaran 2020 sendiri, berjumlah Rp. 500 juta lebih yang berasal dari retribusi pasar dan pajak parkir,” ucapnya.

Sementara terkait target pendapatan tahun 2021 dinilai tak dapat dicapai PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiasnyah memapaparkan, memang ada kemungkinan terjadi, akibat musibah banjir pada awal 2021 dan pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi target. Di antaranya, musibah banjir yang merendam 11 pasar kita selama 1 bulan, sehingga hilang potensi pendapatan. Selain itu pandemi Covid-19 juga membuat pasar sempat sepi dari pembeli,” paparnya.

Untuk meringankan beban pedagang akibat sepinya pasar dan akibat banjir yang berdampak luar biasa, PD PBB sendiri sempat memberikan penghapusan denda retribusi dan diskon biaya retribusi sebesar 50 persen.

“Faktor tersebut berpengaruh, namun bukan berarti kita tak ingin memenuhi target. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan sumbangan PAD yang terbaik untuk daerah, walaupun masih dalam situasi seperti sekarang. Selain itu kita juga ingin membantu pedagang, setidaknya membantu meringankan beban mereka,” jelasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *