Rakor Mingguan Pemkab Banjar Bahas Tata Kelola Trotoar

Rakor Mingguan Pemkab Banjar Bahas Tata Kelola Trotoar
MoU - Penandatanganan MoU antara Pemkab Banjar dengan Pemprov Kalsel, tentang penyediaan lahan pemakaman bagi warga Panti Sosial Tresna Werda Budi Sejahtera Provinsi Kalsel.

MartapuraKlik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mingguan Lingkup Pemkab Banjar, untuk membahas tata kelola trotoar dan informasi Covid-19.

Kali ini, Rakor dipimpin Sekda Banjar HM Hilman, dihadiri Wakil Bupati Banjar Said Idrus, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Banjar, para Kepala SKPD Banjar, para Pemimpin Perusahaan Daerah Kabupaten Banjar dan para Camat se-Kabupaten Banjar, di Aula Barakat Martapura, Senin (18/10/2021).

Read More

Wakil Bupati Banjar menginginkan, sepanjang jalan trotoar agar ditanami tanaman yang tahan untuk segala musim seperti, bunga kertas.

“Saat di Jakarta menerima anugerah Kalpataru, kami melihat disepanjang jalan bagus sekali dengan ditanam bunga kertas berwarna-warni, selain itu tidak memakan biaya banyak,” ujarnya.

Rakor Mingguan Pemkab Banjar Bahas Tata Kelola Trotoar

Meskipun dalam keadaan cuaca panas, kata Said Idrus, namun tetap berbunga. Saat musim hujan daunnya makin banyak.

“Bunga ini bagus sekali ditanam di sepanjang jalan. Semoga dapat dilaksanakan di sini,” harap Wakil Bupati Banjar.

Dalam rapat ini juga dibahas terkait informasi Covid-19, yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar dr Diauddin. Katanya, saat ini di Kabupaten Banjar sudah memasuki zona kuning dan masih ada 30 kasus dan 2 orang di Rumah Sakit.

“Semoga dalam waktu dekat bisa menjadi 0 kasus, secara umum sudah aman. Tetapi harus tetap waspada sambil melihat situasi di luar negeri saat ini, khususnya di Pulau Jawa dan Jakarta jika terjadi peningkatan yang signifikan disana, kita harus waspada betul,” jelas Diauddin.

Ditambahkannya, vaksinasi kepada masyarakat terus ditingkatkan. Namun, papar pria yang akrab disapa Dokter Dia ini, terkendala stok yang menipis, sedangkan permintaan tinggi.

“Kalau ada kesempatan untuk vaksin jangan ditunda-tunda, karena kedepannya vaksin ini akan menjadi standar Nasional bahkan Internasional,” papar Dokter Dia. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *