Puluhan Masyarakat Minta 4 Oknum Aparat Desa Mandiangin Timur Untuk Mundur dari Jabatannya

DEMO - Sambil membawa spanduk sidiran, puluhan masyarakat melakukan aksi demo di Kantor Pembakal Mandiangin Timur, Senin (20/11/2023).

MartapuraKlik – Puluhan masyarakat yang mayoritasnya perempuan sambangi Kantor Pembakal Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (20/1112023).

Aksi demo yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 Wita ini, masyarakat setempat kecewa dan meminta untuk pembakalnya agar mundur dari jabatannya.

Read More

Dengan membawa spanduk yang bertulisan sindiran, masyarakat menuntut adanya dugaan penyalahgunaan jabatan sebagai Pembakal Mandiangin Timur, di mana lahan milik aset desa dijadikan Surat Keterangan Tanah (SKT) dengan mengatasnamakan pribadi dan keluarganya.

Selain Pembakal Mandiangin Timur, 3 oknum lainnya juga dituntut masyarakat untuk mundur dari jabatannya. Di antaranya, Sekdes, Ketua BPD, dan Kepala Lingkungan 1.

Salah seorang perwakilan masyarakat Mandiangin Timur, yakni Maya Hartati mengatakan, kali ini pihaknya menuntut agar pembakal dan 3 oknum lainnya untuk mundur.

“Hal ini didasari adanya penyalahgunaan jabatan. Masyarakat punya bukti lahan aset desa diatasnamakan pribadi dan keluarganya,” kata Maya.

MEMINTA MAAF – Dihadapan puluhan masyarakat, Pembakal Mandiangin Timur Ahmad Sairi, meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya.

Di tempat sama, Koordinator Lapangan Aksi Damai Badruddinsyah menjelaskan, masyarakat kecewa karena lahan milik negara sebanyak 88 hektare dijadikan 44 SKT atas nama pribadi dan keluarganya.

“Untuk itu lah, masyakarat meminta agar 4 oknum ini mundur dari jabatannya. Sementara, dari pengakuan mereka sendiri sudah mengakui menerima uang sebesar Rp.2,8 juta per SKT dengan mengatasnamakan pribadi dan keluarganya,” jelas Badruddinsyah.

Sementara, Pembakal Mandiangin Timur Ahmad Sairi, meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

“Saya selaku Pembakal Mandiangin Timur dengan hati yang paling dalam, ampun dan meminta maaf kepada masyarakat setempat,” pungkas Ahmad Sairi. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *