Program Kurma Manis Diharapkan Bisa Menekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

WAWANCARA - Kepala Bapedda Litbang Banjar HM Riza Dauly, menerangkan program Kurma Manis agar dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

MartapuraKlik– Guna membangkitkan kembali para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Banjar usai dilanda bencana non-alam seperti, pandemi Covid-19 selama 2 tahun lamanya sejak 2019 lalu.

Kepala daerah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju, Mandiri, Agamis (Kurma Manis) bermitra dengan BPR Martapura Banjar Sejahtera, ini bertujuan untuk melancarkan dan mengembangkan usaha mereka.

Kepala Bapedda Litbang Banjar HM Riza Dauly mengatakan, saat terjadi pandemi tersebut tentu saja banyak pelaku usaha di Kabupaten Banjar mengalami dampaknya akibat menurunnya penjualan mereka. Bahkan, guling tikar.

“Dalam upaya pemerintah daerah, diberikan lah akses permodalan usaha tanpa bunga (nol persen). Diharapkan ini tidak membebani masyarakat dalam membangkitkan usahanya,” katanya, kepada MartapuraKlik, Kamis (29/9/2022).

Bagi penerima manfaat yang menjadi sasaran program ini, lanjut Riza, bisa berkomitmen dan berintegritas dalam pinjamannya.

“Diharapkan tidak ada yang menunggak pembayaran pinjamannya. Karena jumlah yang dipinjam pun bisa diangsur selama 1 tahun,” ucapnya.

HM Riza Dauly menjelaskan, adanya program Kurma Manis bisa menjadi daya ungkit indikator secara makro, maupun peningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah.

“Hal ini agar bisa menumbuhkan kembali dan membangkitkan pertumbuhan pelaku usaha di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Pada 2020 lalu, lebih jauh dipaparkannya, sempat anjlok ke pertumbuhan minus 1,98 persen waktu itu.

“Adanya akses permodalan ini, dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat agar tetap stabil. Bahkan, bisa kembali lebih baik,” harapnya.

Dilain sisi, pihaknya tengah melakukan monitor terhadap output terkait program Kurma Manis ini. Artinya sudah ada berapa pelaku usaha yang terakses permodalannya.

“Program ini tentu kolaborasi antara lembaga keuangan daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki binaan pelaku usaha super mikro, mikro dan kecil,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, hal ini bisa membangkitkan kembali dan mengembangkan usaha mereka..

“Kalau target sudah mencapai 174 pelaku usaha yang sudah terakses dari BPR Martapura. Semoga dana ini dapat terus bergulir dan bisa dimanfaatkan pelaku usaha lainnya untuk mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Sehingga dampaknya, tambah HM Riza Dauly, dapat mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran bisa ditekan.

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal nanti, pihak BPR Martapura bisa lebih selektif dalam melakukan peminjaman modal tanpa bunga ini,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *