Prioritaskan Program Recovery 2022, Diskan Kabupaten Banjar Sasar Pelaku Usaha Perikanan yang Terdampak

Prioritaskan Program Recovery 2022, Diskan Kabupaten Banjar Sasar Pelaku Usaha Perikanan yang Terdampak
WAWANCARA - Kabid Perikanan Budidaya Diskan Banjar Muhammad Syahid, memberikan keterangan bahwa di Tahun 2022 akan memprioritaskan program recovery kepada pelaku usaha perikanan yang terdampak.

MartapuraKlik – Banjir yang terjadi Desember 2020 hingga Januari 2021 lalu, sangat berpengaruh pada beberapa sektor. Salah satunya saja berdampak pada sektor perikanan, yang mana sebanyak 1.462 pelaku usaha mengalami kerugian hingga Rp. 111,2 miliar.

Kerugian terbesar dialami oleh 1.367 pelaku usaha budidaya ikan hingga total kerugian kisaran Rp. 111 miliar. Lalu kerugian ini pun disusul 87 pelaku usaha pengolahan hasil perikanan dengan kisaran Rp. 211 juta dan terakhir kerugian sebanyak Rp. 70 juta dialami oleh 9 pelaku usaha penangkapan ikan.

Read More

Perihal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Banjar HM Riza Dauly, melalui Muhammad Syahid selaku Kabid Perikanan Budidaya Diskan Banjar, Senin (3/1/2022).

Dikatakannya, atas dasar itulah pada Tahun 2022 nanti, Diskan Kabupaten Banjar memprioritaskan program recovery (pemulihan) kepada pelaku usaha perikanan yang terdampak. Pasalnya, pelaku usaha pembudidaya ikan sudah tidak bisa lagi meneruskan usahanya.

“Akibat banjir lalu, banyak pembudidaya ikan yang mengalami kerugian dan tak lagi meneruskan usahanya. Bahkan, penurunan pembudidaya ini sekitar 20 persen,” ungkapnya.

Program recovery yang akan dilaksanakan nanti, lanjutnya, bertujuan untuk memberikan motivasi kembali kepada pelaku usaha disektor perikanan.

“Waktu banjir lalu, pembudidaya ikan yang berada di Keramba Jala Apung (KJA) hanyut dan ada juga kolamnya terendam banjir. Padahal ada ikan yang sudah siap panen, namun lepas ke alam akibat dilanda banjir tersebut,” sebutnya.

Dalam hal ini, papar Muhammad Syahid, tentu menyebabkan banyak kerugian. Bahkan, berdasarkan laporan yang didapat karugian tersebut mencapai Rp. 3 miliar lebih.

“Akhirnya pembudidaya ikan pasrah dengan keadaannya. Namun, ada juga beberapa pembudidaya dalam setahun terakhir ini berhasil melakukan recovery karena memiliki dana cadangan. Sementara yang tidak bisa melakukan recovery kita berupaya untuk membantu,” paparnya.

Bantuan yang diberikan, lebih jauh dijelaskannya, seperti melakukan pendataan. Setelah itu, datanya akan kita serahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kemudian diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, hingga saat ini penyaluran bantuan belum bisa diberikan, lantaran dana ini berasal dari pemerintah pusat.

“Banyak yang bertanya kapan bantuan tersebut tersalurkan. Terkait kapan diproses kita masih belum tau, karena bantuan ini berasal dari pemerintah pusat,” bebernya.

Disisi lain, selain recovery melalui skema bantuan dari pemerintah pusat, ia menyebutkan ada lagi skema yang lain. Yakni melalui program Kredit Usaha Rakyat Martapura (Kurma Manis) yang menjadi program unggulan Bupati-Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur-Said Idrus.

“Kita siap memfasilitasi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan program kredit tersebut. Mengenai persyaratannya sudah kami sebarkan ke pembudidaya,” sebutnya.

Bahkan, tambah Muhammad Syahid, saat ini sudah ada sekitar 6 atau 7 pelaku usaha perikanan yang memanfaatkan program tersebut.

“Kita berharap tahun depan recovery ini bisa berjalan selain program pembinaan yang biasa kami lakukan. Sektor perikanan ini memberikan sumbangan yang besar dan dapat menggerakkan ekonomi daerah. Bahkan, saat di pandemi yang lalu, Alhamdulillah sektor perikanan tetap bertahan dan tetap menggeliat,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *