Polres Banjar Ungkap Kasus Tindak Kriminal Menurun di Tahun 2021, Namun Trend Kasus Penganiayaan Meningkat

Polres Banjar Ungkap Kasus Tindak Kriminal Menurun di Tahun 2021, Namun Trend Kasus Penganiayaan Meningkat
WAWANCARA - Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan, memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, terkait penurunan kasus tindak kriminalitas di Kabupaten Banjar.

MartapuraKlik – Kasus tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Banjar sepanjang Tahun 2021, mengalami penurunan jika dibandingkan angka kasus Tahun 2020.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan mengungkapkan, pada Tahun 2020 tercatat 382 perkara telah ditangani dan diselesaikan oleh pihaknya.

Read More

“Jika dibandingkan Tahun 2021 mengalami penurunan kasus, dan tercatat sebanyak 352 perkara telah ditangani dan diselesaikan oleh jajaran Polres Banjar,” ungkapnya.

Berdasarkan kasus sebanyak 352 perkara selama 2021 ini, lanjut Iptu Fransiskus Manaan, tercatat trend angka kasus penganiayaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebanyak 51 kasus penganiayaan yang tercatat di Tahun 2021, 42 kasus di antaranya berhasil diselesaikan oleh pihak kepolisian. Kondisi ini berbanding terbalik pada tahun sebelumnya, di mana kasus penganiayaan ditangani dan terselesaikan sebanyak 28 perkara,” bebernya, kepada MartapuraKlik, Selasa (18/12/2022).

Lebih jauh dikatakan Kasat Reskrim Polres Banjar, meningkatnya trend kasus penganiayaan di Tahun 2021 ini, kemungkinan dikarenakan akibat pandemi Covid-19 yang tentunya sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat.

“Pada 2020 lalu, masyarakat di Kabupaten Banjar menerapkan work from home. Setelah di 2021, masyarakat mulai kembali bekerja, tapi lapangan pekerjaan menipis. Ketika terjadi permasalahan, bisa juga salah bicara atau memang kurang senang, sehingga terjadilah cekcok yang berujung penganiayaan,” ujarnya.

Disamping itu, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Banjar. Menurutnya, ternyata sangat berpengaruh terhadap trend kasus tindak pencurian dengan pemberatan (Curat).

Ia menyebutkan, kasus Curat yang terjadi di Kabupaten Banjar di 2020 tercatat 92 perkara, 87 perkara di antaranya berhasil diselesaikan.

“Di 2021 perkara tindak Curat malah mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 36 perkara, dengan penyelesaian kasus sebanyak 30 perkara. Pengaruh menurunnya ini dikarenakan masyarakat sudah dapat kembali mencari kerja, meskipun lapangan pekerjaan sudah menipis,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *