Penyaluran Dana Stimulan Rumah Warga Terdampak Banjir Lalu Harus Tertunda Hingga 2022

Penyaluran Dana Stimulan Rumah Warga Terdampak Banjir Lalu Harus Tertunda Hingga 2022
TERDAMPAK BANJIR – Penyaluran dana stimulan untuk perbaikan rumah warga terdampak banjir pada Desember 2020 hingga Maret 2021 lalu, harus tertunda hingga 2022 mendatang.

MartapuraKlik – Penyaluran dana stimulan untuk perbaikan rumah warga terdampak banjir yang terjadi pada Desember 2020 hingga Maret 2021, akan tertunda hingga 2022 mendatang.

Penundaan perbaikan rumah warga terdampak banjir yang semula ditargetkan akan rampung Desember 2021 ini, dibeberkan Plh Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar HM Riza Dauly, kepada MartapuraKlik bersama dua awak media lainnya, belum lama tadi.

Read More

Ia mengatakan, saat ini kita berada di masa dua transisi yakni, transisi pemulihan pasca bencana banjir besar pada Desember 2020 hingga Maret 2021 lalu dan masa transisi siaga darurat menuju tanggap darurat bencana banjir.

“Karena itulah, perbaikan rumah warga rusak terdampak banjir menggunakan dana stimulan yang disalurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kita tunda dulu. Apalagi, rumah warga yang menerima bantuan tersebut, saat ini juga masih terendam,” katanya.

Agar integritas penyaluran dana stimulan benar-benar terlihat dan utuh. Maka, HM Riza Dauly menegaskan, untuk semua jajaran BPBD agar tidak bertindak hal kurang menyenangkan. Tak terkecuali Fasilitator dana stimulan.

“Tidak boleh ada oknum-oknum, baik dari BPBD, maupun Fasilitator yang bermain dan meminta imbalan jasa kepada warga. Saya memohon kepada awak media, warga dan stakeholder terkait, untuk melakukan pemantauan terhadap realisasi perbaikan rumah terdampak banjir, agar dapat segera kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Disamping itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjar Akhmad Rizqon memapaparkan, penyaluran dana stimulan rumah warga yang rusak akibat terdampak banjir ini sudah diproses ditahapan pembukaan buku rekening untuk warga penerima bantuan.

“Penyaluran dana ini langsung diterima oleh warga berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terhadap rumah rusak terdampak banjir beberapa waktu lalu. Jadi, yang belanja langsung dari warga yang bersangkutan dan nanti akan didampingi Fasilitator untuk membantu menghitungkan dan membuat rencana anggaran biaya untuk keperluan kebutuhan materialnya,” paparnya.

Dilain sisi, lanjut Rizqon, berdasarkan hasil review verifikasi dan validasi BNPB pusat. Dari 1.054 unit rumah yang diusulkan kemarin, terdata sebanyak 918 unit rumah rusak terdampak banjir milik warga yang berhak menerima bantuan dana stimulan dengan berbagai kategori.

“Yakni, kategori rumah rusak ringan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp. 10 Juta, rusak sedang Rp. 25 Juta dan rusak berat Rp. 50 Juta,” sebutnya.

Kendati demikian, setelah diverifikasi ulang untuk pemuktahiran data, ternyata telah terjadi perubahan data.

“Karena saat dilakukan verifikasi, rumah warga yang sebelumnya terdata. Sudah mendapat bantuan dari Baznas, tidak masuk kategori, bersengketa, hingga mengundurkan diri karena merasa mampu. Sehingga tidak masuk dalam kategori penerima bantuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi rumah warga yang berada di bantaran sungai atau jalur hijau yang mengalami rusak berat dan terdata, akan tetap mendapatkan haknya.

“Syaratnya, rumah yang akan dilakukan perbaikan harus direlokasi dari daerah bantaran sungai atau jalur hijau. Jadi, kalau masyarakat punya lahan lain, bisa kita pindahkan. Tapi, kalau tetap di jalur hijau, tidak bisa kita bangunkan. Sedangkan yang mengalami rusak ringan tetap bisa dilanjutkan,” tungkasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *