Pentingnya Balik Nama Ranmor, Simak Penjelasan Kepala Samsat Martapura

PENTING - Kepala Samsat Martapura Zulkifli menjelaskan, pentingnya balik nama ranmor ketika melakukan jual beli kendaraan bekas.

MartapuraKlik – Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menjelaskan, pentingnya balik nama kendaraan bermotor (ranmor) saat melakukan transaksi jual beli kendaraan bekas.

Selain mengetahui kendaraan tersebut milik sendiri, juga menghindari hal yang tidak diinginkan ketika kendaraan itu belum balik nama oleh si pemilik selanjutnya.

“Misalnya, ia melakukan tindak kejahatan atau kriminal. Nah, begitu terjadi masalah, otomatis pihak kepolisian mengejar atau mencari data siapa pemilik ranmor sesuai data di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan),” jelasnya, kepada MartapuraKlik, Selasa (6/9/2022).

Selain itu, Zulkifli menyebutkan, dalam rangka penegakan hukum berlalu lintas. Dibeberapa kota seperti di Banjarmasin sudah menerapkan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

“ETLE merupakan sistem yang akan mencatat, mendeteksi, dan memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV,” sebutnya.

Apabila kendaraan itu melanggar lalu lintas, lanjut dipaparkan Zulkifli, pihak kepolisian akan memberikan surat tilang yang dituju kepada pemilik motor sesuai data di STNK.

“Ruginya, begitu data di STNK masih nama kita, yang dituju adalah alamat kita sendiri. Sedangkan motor tersebut sudah dijual ke orang lain,” bebernya.

Kepala Samsat Martapura menyarankan, apabila sudah melakukan jual beli ranmor, sebaiknya langsung melaporkan ke pihak Samsat.

“Setelah melaporkan, nanti data pemilik awal di STNK akan diblokir oleh Samsat. Begitu pemilik motor selanjutnya melakukan pembayaran pajak tahunan, orang itu tidak bisa lagi membayarnya atas nama kita. Otomatis, harus melakukan balik nama terlebih dahulu,” tuturnya.

Saat ditanya MartapuraKlik berapa biaya balik nama kendaraan? Ia menyebutkan, tarifnya tergantung dari jenis dan CC motor masing-masing.

“Kalau lebih jelasnya, bisa langsung tanyakan ke petugas Samsat terdekat,” sarannya.

Syaratnya sendiri, tambah Zulkifli, bawa saja Fotocopy KTP pemilik awal, STNK, BPKB beserta kuitansi pembelian ranmor ke Samsat sesuai wilayah pembeliannya.

“Petugas Samsat akan melakukan cek fisik motor terlebih dahulu seperti, nomor rangka dan nomor mesin untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Setelah berkasnya sudah dinyatakan lengkap, untuk proses balik nama kepemilikan baru di STNK dan BPKB, harus datang ke Polda Kalsel.

“Setelah itu, balik ke Samsat lagi untuk melakukan pengesahan Note Pajaknya,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *