Pengerjaan Puskesmas Sungai Tabuk 1 Dikebut! Progres Fisiknya Capai 70 Persen

DIKEBUT - Proses pengerjaan UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 dikebut dan ditargetkan akan rampung pada, 18 Desember 2023.

MartapuraKlik– Proses pembangunan relokasi Gedung UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, yang belokasi di Desa Gudang Tengah, Kecamatam Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mulai dikebut.

Pengerjaan Gedung Puskesmas Sungai Tabuk 1 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, dengan nilai kontrak sebesar Rp.9.557.784.789,78 yang bersumber dari Dana DAK, dikerjakan CV. Sukmaha Borneo Mandiri – Banjarmasin, dengan waktu pelaksanaan 160 hari kalender.

Read More

Kepala Dinkes Banjar Yasna Khairina, melalui Jingga Septiandy selaku Kasi Faskes Fasilitas Kesahatan SDK Dinkes Banjar mengatakan, proses fiisk pembangunan sudah mencapai 70 persen. Sementara realisasi keuangannya sudah 50 persen.

“Untuk tahapan proses pembanguan yang sudah dilaksanakan di antaranya, struktur bangunan lantai 1 dan lantai 2, dinding tembok serta etalase bagian kelistrikan juga sudah terpasang,” kata Jingga, kepada MartapuraKlik, Kamis (16/11/2023) sore.

Ia menjelaskan, proses tahapan pekerjaan selanjutnya akan dilakukan pemasangan rangka baja ringan untuk bagian atapnya.

“Insya Allah dalam satu atau dua hari ini proses pemasangan rangka baja ringan untuk bagian atapnya sudah terpasang. Setelah terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan keramik dan plester dinding tembok bagian dalam bangunan,” ucap Jingga.

Dirinya memastikan bahwa dalam minggu ini pemasangan keramik hingga ke lantai 2 dan plester dindingnya selesai.

“Di situ kalau kita total pekerjaan fisik bangunannya mencapai 80 persen,” ujarnya.

Guna mengejar target selesainya pada, 18 Desember 2023 nanti. Proses pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk 1 ini dikebut pekerjaannya hingga malam hari.

“Total pekerja ada sebanyak 80 orang. Kita bagi menjadi dua shift, siang dan malam. Untuk total luasan lahannya sekitar 3 ribu meter, dengan panjang bangunan 47 meter dan lebarnya 25 meter,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah saat perencanaan awal di Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan bata lokal? Jingga membenarkan hal tersebut.

“Awalnya memang menggunakan bata lokal. Namun, karena beberapa pertimbangan diganti dengan bata ringan axel. Selain lebih efisien, bata ringan ini juga kokoh dan sesuai standar,” pungkasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *