Masuk 10 Besar, Pimpinan Ponpes Darul Hijrah Martapura Meraih Penghargaan Bergengsi

Masuk 10 Besar, Pimpinan Ponpes Darul Hijrah Martapura Meraih Penghargaan Bergengsi
PENGHARGAAN - Inilah sosok KH Zarkasyi Hasbi, yang menerima penghargaan sebagai 10 Nominasi Penerima Penghargaan Kalpataru 2021, sebagai kategori Pembina Lingkungan.

MartapuraKlik – KH Zarkasyi Hasbi, sebagai perwakilan Kabupaten Bajar, Provinsi Kalimantan Selatan. Berhasil masuk sebagai 10 Nominasi Penerima Penghargaan Kalpataru 2021, di tingkat nasional, sebagai kategori Pembina Lingkungan.

Hal tersebut, tertuang melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor: SK.476/MENLHK/PSKL/PSL.3/8/2021 yang telah menetapkan 10 Penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2021,

Read More

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar Mursal mengatakan, KH Zarkasyi Habsi ini sangat berjasa. Pasalnya, yang ia lakukan hingga mendapatkan penghargaan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

” Pimpinan Ponpes Darul Hijrah Martapura ini menyulap kawasan yang dulunya gersang dan kumuh, kini menjadi kawasan asri dan memanfaatkan lahan terlantar dengan budidaya ikan serta tanaman buah,” ucapnya, Kamis (16/9/2021).

Penerimaan penghargaan Kalpataru 2021 sebagai kategori Pembina Lingkungan ini, papar Mursal, akan terlaksana pada 14 Oktober 2021 secara virtual.

Lebih jauh dijelaskan Mursal, bentuk dukungan inovasi ini berdasarakan usulan dari Kepala Dinas Perikanan (Diskan) HM Riza Dauly dan Mantan Kepala DLH Banjar Boyke Wahyu Triestiyanto.

” Mereka berdua itu lah yang mengusulkan KH Zarkasyi Hasbi untuk menerima penghargaan tersebut. Karena kita bisa melihat sendiri kawasan Ponpes Darul Hijrah sekarang ini menjadi kawasan agrowisata,” jelasnya.

Kasi Konservasi SDA DLH Banjar Yunida Rosniar menambahkan, setelah di verifikasi oleh tim KLHK RI, yang mana dinas provinsi dan kabupaten melakukan pendampingan.

” Setelah dievaluasi dan dinilai. Akhirnya, terpilihlah inovasi KH Zarkasyi Hasbi sebagai penerima penghargaan Kalpataru 2021,” katanya.

Dalam hal ini, ujar Yunida Rosniar, DLH Kabupaten Banjar berperan sebagai pendamping kegiatan yang dilakukan oleh KH Zarkasyi Hasbi, dalam memenuhi persyaratan Kalpataru 2021.

” Pertama, kita lakukan pendampingan yang meliputi dokumen susulan dan kedua adalah persiapan di lapangan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pendampingan di lapangan, lanjutnya, sesuai persyaratan usulan Kalpataru.

” Ternyata, mereka mengambil tema agrosilvofishery. Nah, itulah yang menjadi tema utama untuk penilaian,” ungkap Yunida Rosniar.

Namun, didapati dari inovasi KH Zarkasyi Hasbi, yang berdampak secara ekologi. Di mana dari segi pendampingan, ekologi itu meliputi masing-masing bidang di DLH Kabupaten Banjar.

” Seperti pengembangan ekowisata islami, pengelolaan TPS 3R, pengembangan taman ekoriparian, pemanfaatan gas metan, pembangunan IPAL Domestik, pembuatan pupuk organik, pembangunan mini market, pembuatan ikan organik, pembangunan bank wakaf mikro, pembibitan dan penjualan tanaman hias serta pengembangan kebun bibit rakyat,” jelasnya.

Namun, untuk kegiatan penanaman bibit pohon, pihaknya melakukan kerja sama dengan KPH Dinas Kehutanan Kalsel.

” Selain untuk penghijauan di lokasi, bisa juga untuk bantuan di desa sekitar,” tandasnya.

Terkait persiapan saat di lapangan, tambahnya, pihak DLH hanya melakukan pembenahan kecil saja.

” Soalnya mereka sudah melakukan pengembangan agrosilvofishery, dimulai dari tahun 1986. Jadi apa yang kami lakukan sekarang ini hanya pembenahan kecil saja, untuk mendukung terutama dari segi pengelolaan lingkungan,” paparnya.

Perlu diketahui, sebagai penilaian dan syarat Kalpataru ini, minimal kegiatan yang sudah terlaksana ini berjalan 3 tahun lebih.

” Nah, untuk persyaratan Kalpataru sudah terpenuhi. Karena kegiatan yang kita laksanakan ini sudah berjalan lebih dari 3 tahun,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *