Kurikulum Merdeka Belajar di Kabupaten Banjar Teruji Layak Diterapkan

WAWANCARA - Kadisdik Banjar Liana Penny menjelaskan, belum mewajibkan mengenakan pakaian adat bagi sekolah.

MartapuraKlik – Kurikulum Merdeka sudah dicanangkan oleh pemerintah sebagai pengganti kurikulum 2013. Di mana awalnya adalah Kurikulum prototype yang digunakan saat pendemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjar Liana Penny mengatakan, saat menjalankan kurikulum tersebut dan ternyata hasilnya bagus. Sehingga dilanjutkan ke sekolah penggerak.

Read More

“Sejak awal Januari 2022 lalu, ada 30 sekolah penggerak di Kabupaten Banjar dan dibiayai langsung oleh pemerintah pusat. Dan diwajibkan menggunakan Kurikulum Merdeka,” katanya, kepada MartapuraKlik beserta awak media lainnya, Senin (31/10/2022) sore.

Sementara, sambung Kadisdik Banjar, ada 215 sekolah yang menjalankan Kurikulum Merdeka secara mandiri, terlaksana saat Tahun Ajaran baru 2022/2023. Baik itu PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Jadi intinya, guru bisa lebih leluasa memilih metode dan perangkat ajar. Baik itu dari segi minat, bakat serta mereka bisa sekolah bisa senang dan bahagia,” tambahnya.

Menurutnya, hal Ini adalah tugas para guru untuk melihat bakat-bakat setiap peserta didiknya dan mengembangkan mereka berdasarkan minatnya.

“Untuk Kurikulum Merdeka Belajar ini sudah ada panduannya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI,” ujarnya.

Kurikulum tersebut merupakan pembelajaran yang berfokus kepada siswa. Di mana saat kurikulum 2013, guru lebih banyak menjelaskan dari pada melihat minat bakat siswanya.

“Kalau sekarang, saat jam pelajaran tertentu. Para siswa secara berkelompok ditugaskan membuat suatu project agar setiap guru bisa melihat minat bakat mereka. Dan Ini adalah kemerdekaan para siswa,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Kurikulum Merdeka dan kurikulum sebelumnya, menurutnya sama saja.

“Kurikulum Merdeka adalah bentuk evaluasi dari kurikulum sebelumnya, yakni kurikulum 2013. Jadi sebenarnya gurunya yang dituntut untuk bisa membawakan setiap pembelajaran yang mereka berikan dengan sangat menyenangkan,” tutupnya.

Perlu diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar pada Tahun Ajaran baru 2022/2023 satuan pendidikan.

Kurikulum ini diluncurkan secara resmi oleh Medikbudristek Nadiem Makarim pada Februari 2022. Ia mengklaim kurikulum merdeka diluncurkan demi mengejar ketertinggalan pendidikan di masa pandemi Covid-19. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *