Komitmen, Pembinaan Kemandirian LPP Martapura Terus Ditingkatkan

MartapuraKlik – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak hanya sebagai salah satu wadah pembinaan Warga Binaan saja. Melainkan, juga sebagai lembaga pendidikan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi Warga Binaan dengan memberikan program pembinaan kerohanian dan kemandirian berupa pelatihan keterampilan kerja mandiri.

Artinya, mereka dipersiapkan dengan baik agar setelah masa hukumannya berakhir dan kembali ke masyarakat, bisa bersaing di dunia kerja atau membuka usahanya sendiri dengan memanfaatkan keterampilan yang sudah dilatih di Lapas. Tak terkecuali di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Martapura (LPP Martapura).

Kepala LPP Martapura Salis Farida Fitriani, melalui Kasi GiatJa Rose Mery KD mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tetap produktif melakukan pendampingan kepada Warga Binaannya untuk mengasah keterampilan dan keahlian mereka sesuai bidang yang diminati.

“Program pendidikan dan pelatihan keterampilan bersertifikat dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan ini, meliputi beberapa kegiatan positif dan tentunya memberikan bekal keterampilan Warga Binaan dalam dunia usaha,” katanya, Senin (4/7/2022).

MENUNJUKKAN – Salah seorang Warga Binaan LPP Martapura menunjukan hasil karyanya.

Adapun program yang terlaksana, lanjutnya, meliputi sasirangan dan bordir, pembuatan aneka kue dan tumpeng, pastry serta olahan ikan seperti amplang.

“Saat ini, kita juga sudah memiliki Frozen Food (makanan beku) seperti siomay, pangsit dan nugget hasil produk olahan Warga Binaan. Ditambah, pelatihan menjahit, tata rias kecantikan serta pelatihan yang akan datang yakni, tata boga,” sebutnya.

Adanya pembinaan kemandirian ini, Kasi GiatJa mengharapkan, kepada Warga Binaan yang mengikuti pelatihan tersebut agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengasah keterampilannya.

“Mereka nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan, yang bisa dipergunakan untuk mencari pekerjaan di luar sana atau membuka usahanya sendiri, tanpa menyebutkan embel-embel pernah dididik di Lapas,” tuturnya.

Sertifikat tersebut nantinya, akan diberikan oleh pihak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sudah melakukan kerja sama dengan LPP Martapura.

“Seperti dari LPK Melati ataupun LPK Marlina Kalsel. Jadi disertifikat itu, tidak ada dicantumkan bahwa sebelumnya pernah masuk Lapas,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *