Komisi III DPRD Kabupaten Banjar Gelar RDP, Gusti Marhusin Sampaikan Ini

Komisi III DPRD Kabupaten Banjar Gelar RDP, Gusti Marhusin Sampaikan Ini

MartapuraKlik – Guna menindaklanjuti masalah adanya penolakan warga Kelurahan Jawa dan Desa Tunggul Irang, terkait adanya proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) di lahan eks Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura, beberapa waktu lalu.

Komisi III DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Camat Martapura, Lurah Jawa dan Lurah Murung Keraton, Selasa (1/12/2021).

Read More

RDP ini dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Banjar Irwan Bora, dihadir perwakilan dari Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) serta warga baik dari Desa Tunggul Irang dan Kelurahan Jawa.

Usai gelaran RDP bersama Komisi III, Lurah Sekumpul Gusti Marhusin mengatakan, munculnya penolakan pembangunan TPS3R kemungkinan dilatarbelakangi kurangnya sosialisasi.

“Hasilnya, warga pun hingga saat ini masih belum memahami fungsi TPS3R sebenarnya. Hal ini pun juga diakui dinas terkait,” ujarnya, yang juga sebagai Aktivis Bank Sampah Indonesia (BSI).

Lebih jauh dikatakan Gusti Marhusin, setelah dirinya bersama instansi lainnya memberikan penjelasan kepada warga, bagaimana cara mengelola sampah yang semula dianggap sebagian besar orang merupakan musibah, bau dan lain sebagainya menjadi lebih berharga.

“Nampaknya, warga pun mulai sedikit memahami,” jelasnya.

Jadi, kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda, yakni sampah merupakan suatu berkah, bukan lagi sebuah musibah bila dikelola dengan baik.

“Seperti, memanfaatkan sampah-sampah organik misalnya, agar bisa bernial ekonomis,” tuturnya.

Disamping itu, dirinya berharap, agar kedepan gerakan pilah sampah seperti yang telah dilakukan pihak Sekumpul, juga dapat diadopsi TPSS Air Santri dari program KotaKu yang merupakan TPS kawasan.

Seperti kita ketahui, Bank Sekumpul pun perlu puluhan tahun untuk memaksimalkan gerakan pilah sampah dari rumah.

“Mudah-mudahan perjuangan dan pengalaman Sekumpul ini juga dapat diadopsi TPSS yang berada di perbatasan Desa Tunggul Irang dan Kelurahan Jawa. Terlebih masyarakat mulai memahami dan meminta difasilitasi pada pertemuan di lingkungan warga selanjutnya,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *