Keterbatasan Waktu! Kejari Limpahkan Kasus Bangunan Puskesmas Martapura 2 Kepada Inspektorat

DILIMPAHKAN - Kasi Intel Kejari Banjar Fajar Gigih Wibowo mengatakan, kasus dugaan retaknya bangunan Puskesmas Martapura 2 sudah dilimpahkan ke Inspektorat Banjar.

MartapuraKlik – Pada, 6 November 2023 lalu, masa perpanjangan penyelidikan kasus retaknya bangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Martapura 2 yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar berakhir.

Kepala Kejari Banjar Bambang Rudy Hartoko, melalui Fajar Gigih Wibowo selaku Kasi Intelijen Kejari Banjar mengatakan, pada tahap penelusuran dari Bidang Intelijen Kejari full data full baket, memang ditemukan maladministrasi.

Read More

“Seperti Surat Perintah Masuk Kerja (SPMK) dan IMB dari dinas terkait belum ada, beserta dokumen penting lainnya masih belum lengkap. Dari hasil pengumpulan data, dulu juga sudah ditindaklanjuti oleh inspektorat dan DPKP Kalsel,” kata Gigih, kepada MartapuraKlik beserta awak media lainnya, Kamis (9/11/2023).

Lantaran keterbatasan waktu, lanjut Gigih, akhirnya pihaknya menyimpulkan dan bersepakat untuk melimpahkan kasus tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), bukan ke Pidana Khusus (Pidsus) Kejari.

“Karena kalau naik ke tahap Pidsus, harus menemukan unsur perbuatan melawan hukumnya. Karena keterbatasan waktu, jadi kami belum bisa menyimpulkan ke sana,” bebernya.

Dalam menjalankan proses tersebut, pihaknya mengacu kepada Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendagri, Kejaksaan Agung dan Polri. Dalam proses kasus ini, lebih mengutamakan penyelesaiannya melalui APIP.

“Prosesnya kita serahkan ke APIP. Ketika APIP sudah mendalami, mereka punya mekanismenya sendiri. Kalau pun nanti mereka menemukan perbuatan melawan hukum, mungkin bisa diserahkan lagi ke Kejaksaan. Tapi, tidak melalui mekanisme Inteligen lagi namun ke Pidsus,” jelasnya.

Ketika dikonfrimasi perihal tersebut, Kepala Inspektorat Banjar HM Riza Dauly, membenarkan bahwa proses kasus retaknya bangunan Puskesmas Martapura 2 sudah dilimpahkan ke pihaknya pada awal November 2023 tadi.

“Benar. Pelimpahan kasusnya sudah diserahkan ke APIP, saat ini sedang dilakukan audit,” pungkasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *