Kasat Reskrim Polres Banjar Beberkan Motif Pelaku Tega Menyekap Hingga Menggoroknya

WAWANCARA - Kasar Reskrim Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan beberkan motif pelaku berinisial RF.

MartapuraKlik – Perbuatan yang telah dilakukan pria berinisial RF (26), sungguh keji. Pasalnya, RF tega menyekap bocah berumur 10 tahun hingga menggorok lehernya hingga putus.

Kejadian tersebut, membuat heboh warga di Dusun Cungkir Rt 2, Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, dengan ditemukannya tengkorak kepala manusia dan rambut di kebun milik warga setempat, Rabu (13/4/2022).

Read More

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasat Reskrim Iptu Fransiskus Manaan mengungkapkan, motif pelaku berbuat hingga seperti itu, disebabkan dendam dengan Ayah korban karena perkataan yang tidak enak didengar terkait menyinggung Ibu RF.

“Berdasarkan informasi didapat, diketahui tidak ada perencanaan pembunuhan sebelumnya,” ungkapnya, kepada MartapuraKlik, Sabtu (16/4/2022) sore.

Karena ada hubungan keluarga dan tempat tinggalnya berdekatan, lanjut Iptu Fransiskus Manaan, korban sering sekali main ke rumah pelaku untuk menonton TV.

“Menurut pengakuan tersangka kepada penyidiki sih, spontan membekap korban dari belakang. Tapi disisi lain, tersangka melakukan hal tersebut didasari atas dendam,” ujarnya.

Lebih jauh dibeberkan Kasat Reskrim Polres Banjar, setelah dibekap oleh tersangka, korban lalu diperkosa dan diketahui setelahnya tidak bernafas.

“Akibat panik korban tidak bernafas, pelaku langsung menggorok lehernya. Waktu itu pelaku meminta izin untuk ke ladang, di mana korban sudah dimasukkan ke dalam karung,” jelasnya.

Sesampai di ladang warga, ucap Iptu Fansiskus Manaan, pelaku membuang kepala tersebut secara terpisah agar tidak diketahui identitasnya.

“Sementara tubuh korban disimpan terpisah, dengan terikat dibungkus dalam karung yang ditemukan Tim Gabungan di semak-semak jurang,” ucapnya.

Ia menceritakan kronologisnya, berawal dari seorang melaporkan bahwa anaknya hilang dan tak kunjung pulang ke rumah, Senin (21/3/2022) malam.

“Setelah 25 hari kemudian, Polsek Belimbing menerima laporan kembali dari warga setempat bahwa telah ditemukan tengkorak kepala manusia, rambut dan gigi geraham di kebun salah seorang milik warganya pada, Rabu (13/4/2022).

Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Banjar dan Polsek Belimbing langsung ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) guna proses penyelidikan lebih lanjut

“Setelah diperiksa sampel rambut di rumah sakit. Hasilnya menunjukan bahwa tengkorak tersebut berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 10-11 tahun,” sebutnya.

Ternyata tengkorak kepala manusia ini adalah anak kandungnya. Apa lagi yang menguatkan dan menyakinkan yakni salah satunya seperti kesemaan ikat rambut.

Atas perbuatannya, pelaku RF dikenakan Pasal 80 Ayat 3 Undang-undang tentang perlindungan anak.

“Tersangka dikenakan ancaman hukuman pidana minimal 15 tahun penjara,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *