Jelang HUT PGRI, Guru Meminta Adanya Kenaikan Tunjangan Daerah

Jelang HUT PGRI, Guru Meminta Adanya Kenaikan Tunjangan Daerah
ILUSTRASI - Di moment HUT PGRI, guru meminta adanya kenaikan tunjangan daerah di Kabupaten Banjar.

MartapuraKlik – Pada momen HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tepatnya jatuh pada, 25 November 2021. Para tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Banjar mengharapkan adanya kenaikan tunjangan daerah atau insentif.

Hal ini pun utarakan Supian Noor selaku guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Surian, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

Read More

“Di momentum HUT PGRI ini dan dimasa kepemimpinan kepala daerah yang baru (Bupati Banjar Saidi Manysur), tunjangan untuk tenaga fungsional bisa berubah ke arah yang baik. Yakni, dengan adanya kenaikan tunjangan daerah,” harapnya, saat dihubungi MartapuraKlik berserta awak media lainnya, Rabu (24/11/2021).

Dirinya membandingkan bahwa tunjangan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota lainnya di Kalsel, tunjangan untuk guru di Kabupaten Banjar terbilang masih rendah. Meskipun, ada lagi yang terendah.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, baik itu secara lisan maupun bukti foto seperti, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Tunjangan daerah untuk guru golongan terendah sudah sebesar Rp. 650 ribu dan golongan tertinggi sebesar Rp. 1 Juta. Begitu¬†pun di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), tunjangan guru golongan tertinggi sudah sebesar Rp. 1,2 juta,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakannya, sedangkan untuk tunjangan guru di Kabupaten mulai terendah dari golongan II sampai golongan IV, sekitar Rp. 400 ribu dan golongan tertinggi Rp. 500 ribu.

“Khusus untuk tunjangan daerah digolongan tertinggi ini, dikenakan potongan pajak. Oleh karena itu, kami memohon kepada pemerintah daerah dimomen HUT PGRI, tunjangan kita bisa dinaikan, khususnya kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” pintanya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *