HM Rofiqi: Anggaran Stunting dari Pemerintah Daerah Ini Hanya Omong Kosong Saja

MENYEBUT - Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi, menyebut bahwa anggaran stunting di Kabupaten Banjar hanya omong kosong saja.

MartapuraKlik – Disela Rapat Gabungan Komisi IV dan Komisi II DPRD Kabupaten Banjar bersama beberapa SOPD terkait. Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi, menyinggung terkait anggaran penanganan stunting untuk biaya makan hanya dianggarkan sebesar Rp.13 ribu per orang setiap harinya.

“Ini hanya membuang-buang uang negara saja. Karena untuk nilai makan segitu, bagaimana bisa memperbaiki gizi anak-anak,” cetus Ketua DPRD Banjar, kepada MartapuraKlik, Rabu (29/5/2024).

Read More

Sementara, dirinya membandingkan dengan anggaran kegiatan rapat dinas yang mencapai miliaran rupiah.

“Tadi saya mendengar anggaran rapat dengan nilai sekitar Rp.1,4 miliar. Saya yakin biaya konsumsi rapat tersebut sekali makan Rp.35 ribu. Jadi, lebih besar biaya makan rapat dari pada konsumsi anak-anak kita untuk stunting. Ini kan kacau cara pikirnya kalau seperti ini,” ungkapnya.

Di samping itu, Fraksi Gerindra Banjar ini, menyimpulkan bahwa data stunting ini hanya bualan semata saja alias omong kosong saja.

“Jadi, ini hanya omong kosong saja dari pemerintah daerah bahwa stunting turun dan segala macam, karena di lapangan saya sangat sering sekali melihat anak diusia sangat dini mengalami gizi buruk bahkan cacat,” ujarnya.

Jikalau memang ingin serius menangani stunting, lebih jauh dipaparkan HM Rofiqi, anggaran tersebut semestinya tidak sembarangan seperti ini.

“Yang jadi masalah adalah kita tidak bisa masuk ke satuan tiga. Artinya, hanya gelondongan dan dinas lah nanti yang menentukan uang yang kita kasih gelondongan ini dipergunakan untuk apa saja,” sebutnya.

“Saya juga baru tau bahwa mainan ular tangga dan bola basket bermanfaat untuk stunting. Ya, mungkin secara medis mereka lebih paham. Tapi perlu kita ketahui, apa hubungannya mainan itu dengan perbaikan gizi,” singgungnya.

Menurutnya, stunting itu harus ditangani sebelum dan sesudahnya. Artinya, sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan.

“Ibu yang sedang hamil ini tentunya memerlukan makanan yang sehat dan bergizi. Kalau anggarannya hanya Rp.13 ribu, Ibu hamil tersebut bukannya tambah sehat, malah tambah sakit,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari anggaran Rp.118 miliar untuk penanganan stunting, Rp.90 miliar lebih di antaranya dipergunakan untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“JKN ini kan untuk bayar BPJS dan segala macamnya. Berarti bukan full untuk penanganan stunting, tapi diklaim untuk penanganan stunting. Mungkin anggaran murni untuk stunting hanya sekitar Rp.15 hingga Rp.16 miliar saja,” pungkasnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *