DKUMPP Gelar Sosialisasi Fasilitas Permodalan Bagi Pelaku Usaha se-Kecamatan Karang Intan

MartapuraKlik – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi fasilitasi permodalan bagi pelaku UMKM di Kecamatan Karang Intan, Rabu (2/11/2022) sore.

Dihadiri sebanyak 50 peserta pelaku UMKM se Kecamatan Karang Intan, pihak DKUMPP menghadirkan dua orang narasumber. Yakni dari BPR Martapura Banjar Sejahtera dan Bank Mandiri.

Kepala DKUMPP Banjar I Gusti Made Suryawati, melalui Rudy Mulyadi selaku Kabid Usaha Mikro DKUMPP mengatakan, kedua narasumber ini memberikan penjelasan kepada pelaku usaha bagaimana caranya mendapatkan KUR Nasional (bank pemerintah) maupun program Kredit Usaha Rakyat Maju Mandiri dan Agamis (Kurma Manis) dari BPR.

MEMAPAPARKAN – Pihak BPR memberikan penjelasan terkait Kurma Manis kepada pelaku usaha di Kecamatan Karang Intan.

Intinya bagaimana nanti pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya bisa mengakses ke bank tersebut.

“Kalau untuk mengajukan KUR Nasional silahkan ke Bank Mandiri atau bank pemerintah. Sedangkan program dari Kurma Manis, bisa saja langsung ke BPR,” jelasnya.

Ia memaparkan, salah satu syaratnya, pelaku usaha yang bersangkutan wajib berdomisili di Kabupaten Banjar dan di bawah binaan dinas terkait.

“Sudah menjalankan usahanya minimal 6 bulan, memiliki KTP berdomisili di Kabupaten Banjar dan utamanya tidak punya kredit macet di bank lain,” sebutnya.

Ia berharap, dengan adanya KUR ini pelaku usaha super mikro dapat menumbuhkan sekaligus mengembangkan usahanya tersebut.

“Ini juga atas dukungan Bupati Banjar. Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi anggarannya untuk KUR,” harapnya.

Di tempat berbeda, Camat Karang Intan Muhammad Ilmi, sangat mengapresiasi kegiatan yang terselenggara tersebut. Bahkan, para peserta sangat antusias mengikut acara ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mendapatkan data pelaku usaha di Kecamatan Karang Intan. Nantinya data tersebut akan menjadi bahan dasar bagi perumus kebijakan untuk bahan koordinasi selanjutnya,” ucapnya.

Dirinya juga sudah berdiskusi dengan DKUMPP, dinyatakan data pelaku usaha yang ter-input baru sekitar 75 persen dari 26 desa di Kecamatan Karang Intan.

“Hanya saja, terkendala dengan dana yang semestinya sudah masuk per 2 minggu sekali berdasarkan jumlah pelaku usaha yang didata,” bebernya.

Ilmi mengungkapkan, dana ini belum masuk ke rekening hingga sekarang.

“Sudah kita ajukan dari tanggal 18 Oktober 2022, hingga sekarang belum masuk dananya. Padahal kami sudah luar biasa, sambutan masyarakat juga begitu, namun support dari atasnya (pemerintah provinsi) belum ada,” keluhnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *