Diproduksi Warga Binaan Sendiri, Amplang Warna Permata Sangat Renyah dan Gurih

Diproduksi Warga Binaan Sendiri, Amplang Warna Permata Sangat Renyah dan Gurih

MartapuraKlik – Kesan pertama yang terlintas saat menikmati Amplang Ikan Tenggiri dari produksi “Amplang Warna Permata” Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, adalah terasa renyah dan gurih.

Memang secara kasatmata, bentuk dan teksturnya sama dengan amplang lainnya. Namun dari segi kualitas rasa, terbukti sangat berbeda.

Read More

Hasil olahan berbahan baku utama ikan tenggiri ini, diberi nama Amplang Warna Permata (Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Martapura) dan istimewanya diproduksi sendiri oleh Warga Binaannya, beralamat di Jalan Pintu Air Tanjung Rema Darat Nomor 1, Martapura.

Dibawah bimbingan Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura Rose Mery Kusuma Dewi, pengolahan amplang ini diproduksi tanpa Monosodium Glutamat (MSG).

Komposisinya sendiri terdiri dari ikan tenggiri, tapioka, telur dan bawang putih. DItambah saat ini produksi amplang yang sudah dikelola, sudah mendapatkan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Ketika dikonfirmasi awak media, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura Salis Farida Fitriani mengatakan, produk yang digarap oleh warga binaan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas, Dinas Perikanan (Diskan), Disperindag Kabupaten Banjar.

“Kerja sama yang terjalin ini merupakan bagian dari program Nasional dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI untuk memberikan pelatihan bagi warga binaan pada Tahun 2021,” katanya, Senin (17/1/2022).

Dalam pelatihan warga binaannya, lanjut Salis, kalangan UMKM bidang pengolahan pangan di Kabupaten Banjar turut digandeng untuk menjadi instruktur pelatihan.

“Tak hanya amplang saja, warga binaan kita juga mendapatkan pelatihan membuat produk pangan pengolahan ikan seperti, otak-otak dan empek-empek,” jelasnya.

Bahkan, lebih jauh dipaparkan Salis, produk binaan Lapas dengan Disperindag Kabupaten Banjar seperti amplang ini, pernah diikutsertakan dalam Kalsel Expo hingga Pasar Murah jelang Ramadan Tahun 2021 lalu.

Sekedar diketahui, saat ini produk amplang Warna Permata sudah bisa dipesan secara online melalui telepon atau Whatsapp di nomor 081372863648 dan 081946408112.

“Produksi amplang sendiri kita jual dengan harga Rp. 10 ribu perbungkusnya. Bisa pula datang langsung ke Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, karena produk ini ditampilkan di galeri Kindai Warna Permata,” papar Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura.

Ia juga mengungkapkan, produksi amplang ini tak hanya bertujuan mengaryakan warga binaan saja.

“Warga binaan kita juga akan mendapatkan fee yang akan ditabung keterampilan dan tabungan modal usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Memang diakui Salis, semula hanya sebagai produk latihan saja, akan tetapi saat ini Amplang Warna Permata sudah mulai berproduksi di dalam Lapas dengan melibatkan 5 warga binaan.

“Perharinya, kita bisa produksi ampalng ini kurang lebih 50 sampai 80 bungkus. Untuk pengirimannya pun sudah ke seluruh Indonesia karena biasanya petugas Lapas yang pernah dinas di Kalsel, mutasi ke luar kota tetap memesan produk olahan kami,” paparnya.

Selain itu, produk Ampalng Warna Permata ini tersedia di Depo Ikan Segar, Kebonan Mas Untung, Rumah Makan Cendrawasih dan Rumah Makan Batang Banyu.

Dilain sisi, produk Amplang Warna Permata ini pun mendapat respon positif dari seorang warga yang sudah mencicipi hasil produk olahannya, salah satunya Rizki Saputera.

Produk Amplang Warna Permata sebagai hasil olahan asli dari Warga Binaan Lapas Martapura ini diakuinya, sangat gurih, enak dan cukup digemari keluarganya.

“Bahkan anak saya saja sangat suka. Amplang ini juga rasanya enak dan sangat renyah, berbeda dengan beberapa produk amplang lain yang saya coba,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Rizki, harga perbungkusnya sendiri cukup terjangkau. “Ya, rencananya saya akan kembali membeli amplang ini secara online,” ujarnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *