Dinkes Pastikan Obat Sirop yang Dilarang BPOM Sudah Tidak Beredar di Kabupaten Banjar

MartapuraKlik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar menegaskan bahwa obat sirop yang dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah diamankan.

“Alhamdulillah sudah diamankan. Namun kalau seandainya obat sirop ini masih ada di apotek, maka akan diserahkan langsung ke Balai POM,” tegas Kadinkes Banjar Yasna Khairina.

Read More

Bahkan, menurut Yasna Khairina, pihaknya sudah bersurat ke semua fasilitas kesehatan, baik yang pernah meresepkan maupun menjual obat yang dimaksud.

“Kami juga sudah bergerak cepat ke apotek-apotek yang berada di Kabupaten Banjar untuk memastikan tidak ada lagi peredaran sirop tersebut,” katanya, kepada MartapuraKlik beserta awak media lainnya, belum lama tadi.

Yasna menjelaskan, pihaknya sudah mensosialisasikan perihal tersebut kepada tenaga kesehatan.

“Kalau misalnya ada yang pernah meresepkan obat ini kepada pasiennya. Keluarga tersebut harus dilacak dan diperiksa dengan diambil sampelnya. Tapi Alhamdulillah untuk saat ini tidak ada,” tutupnya.

Berikut obat sirup yang dilarang, di antaranya:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik 60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik 60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol 15 ml. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *