Dinas TPH Kabupaten Banjar Pastikan Upaya Recovery Sektor Pertanian Berhasil

Dinas TPH Kabupaten Banjar Pastikan Upaya Recovery Sektor Pertanian Tadi Berhasil
FOTO - Kabid TPH Banjar Nurul Chatimah

MartapuraKlik – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar pastikan upaya recovery (pemulihan) sektor pertanian yang terdampak banjir besar pada, Desember 2020 hingga Januari 2021 lalu bisa dikatakan berhasil.

Demikian disampaikan Kabid TPH Banjar Nurul Chatimah, kepada sejumlah awak media lainnya, belum lama tadi.

Read More

Ia mengatakan, kendati sebelumnya terdampak banjir besar disektor pertanian di Kabupaten Banjar. Namun, dampak tersebut tidak mempengaruhi hasil produksinya.

“Bisa dikatakan upaya pemulihan disektor pertanian yang dilakukan berhasil,” ujarnya.

Hal ini pun terbukti dari hasil panen lahan seluas 5.000 hektare untuk jenis bibit padi rawa, bibit padi hibrida seluas 3.500 hektare dan 200 hektare bibit padi khusus bantuan dari pemerintah pusat yang telah berhasil dipanen.

“Jika ditotal keseluruhan, ada sekitar 55.500 hektare bantuan bibit padi dari pemerintah pusat yang telah berhasil dipanen. Sehingga, cadangan pangan kita pun surplus,” ungkap Nurul.

Disamping itu, dirinya memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar berkolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, sudah menyalurkan bantuan sekitar 80.000 bibit jeruk yang menjadi varietas unggulan didua kecamatan, yakni Kecamatan Astambul dan Sungai Tabuk yang terdampak banjir beberapa bulan lalu.

“Untuk penyaluran bibit tersebut, di Kecamatan Astambul sebanyak 60.000 bibit jeruk dan 10.000 bibit jeruk di Kecamatan Sungai Tabuk,” rincinya.

Menurutnya, luasan tanaman jenis jeruk yang terdampak banjir di Kecamatan Sungai Tabuk terbilang cukup luas. Akan tetapi, tidak seluas di Kecamatan Astambul.

Kendatin demikian, Dinas TPH Kabupaten Banjar tetap berupaya mengusulkan ke pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi agar, petani tanaman hortikultura di Kecamatan Sungai Tabuk yang belum mendapat bantuan dapat diakomodir.

“Karena, saat bencana banjir mendera, usulan yang kita ajukan berdasarkan proposal yang mereka masukkan. Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat direalisasikan, karena pemerintah provinsi pun sebenarnya tidak menjanjikan, ini hanya upaya kita untuk membantu para petani kita,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *