Desak Jalan Hauling Km 101 Dibuka, Ribuan Sopir Bersama Anak Isteri Demo DPRD Kalsel

Desak Jalan Hauling Km 101 Dibuka, Ribuan Sopir Bersama Anak Isteri Demo DPRD Kalsel
KEMBALI DEMO – Ribuan sopir bersama anak isteri, kembali melakukan demo di depan Kantor DPRD Kalsel.

MartapuraKlik – Membawa anak istri, ribuan sopir angkutan batubara kembali menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, terkait Blokade dan Police Line di Jalan Hauling Underpass KM 101, Kabupaten Tapin, Rantau, Rabu (22/12/2021).

Ribuan sopir angkutan tersebut secara tegas meminta Wakil Rakyat (DPRD Kalsel) agar bisa memastikan nasib mereka, hingga saaat ini belum ada kejelasan apapun.

Read More

“Kami meminta kepada perwakilan rakyat, yang terhormat Bapak Ketua DPRD Kalsel agar, kami dapat segera bekerja kembali. Jangan jadikan kami pengangguran,” tegas salah seorang perwakilan sopir melalui pengeras suara.

Tak hanya itu saja, mereka mendesak agar pihak bersangkutan baik Eksekutif maupun Legislatif, segera mencarikan solusinya. Lantaran sudah tidak dapat bekerja selama beberapa hari ini.

“Mohon dicarikan solusi. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan tetap berada disini,” cetusnya.

Disisi lain, sementara demo masih berlajut, mewakili sopir batu bara didampingi kuasa hukumnya yakni, Supiansyah Darham. Dipersilahkan memasuki Kantor DPRD Kalsel yang dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekda Kalsel Roy Rizali Hadi, Perwakilan Polda Kalsel Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Noor Subchan, guna mencari solusi terbaik.

Supian HK mengungkapkan, setelah menerima aspirasi dari perwakilan masyarakat tadi, pihaknya pada Senin mendatang, akan memanggil kedua pimpinan perusahaan baik PT AGM maupun PT TCT.

“Akan kita panggil kedua pimpinan untuk duduk bersama mencari jalan solusi dari permasalahan ini. Karena di sini semua dirugikan, baik perusahaan maupun sopir dan warga,” bebernya.

Dirinya memastikan, akan mencari jalan solusi terbaik sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tambang ini sudah jelas, kalau melintas jalan negara tidak boleh. Namun, jika ada dispensasi yang bisa menguntungkan sesuai dengan aturan, kami siap melanjutkan,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Noor Subchan mengatakan, garis polisi di jalur Hauling batu bara di Jalan Ahmad Yani Km 101 tersebut, bisa dibuka setelah kedua belah pihak mencabut laporannya kepada pihak berwenang.

“Kalau kedua belah pihak berdamai dan mencabut laporannya maka selesai. Disamping itu, kita masih negosiasi jalan alternatif mana yang bisa dilalui masyarakat Tapin-Kandangan,” jelasnya.

Di tempat sama, pemilik tongkang yang membawahi ribuan buruh, Syafii Maarif. Tampak kecewa dengan hasil rapat antara ketua DPRD Kalsel, Sekda Kalsel dan Polda Kalsel. Syafii menyayangkan, sikap ketua dewan yang belum bisa mengambil keputusan.

“Kami sudah tawarkan beberapa alternatif seperti, menghargai proses hukum, menghargai negosiasi yang alot, menunggu pembangunan flyover dan izin melintas. Namun tolong diberi ijin melintas (dispensasi) sementara menunggu ketiga hal tadi, kami berharap ada alternatif jalan melintas agar kami bisa bekerja,” tutupnya.

Diketahui, hingga saat ini belum ada keputusan terkait pembukaan blokade dan police line. Namun para sopir angkutan dijanjikan dengan akan dipertemukannya kedua pimpinan dua perusahaan yakni PT. AGM dan PT. TCT pada Senin mendatang, dan apabila salah satu dari kedua pimpinan perusahaan tersebut enggan berhadir maka, sesuai dengan janji Ketua DPRD Kalsel Supian HK, bahwa perizinan perusahaan tersebut terancam dibekukan. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *