Dapat Kritikan Tegas dari Anggota Komisi II DPRD Banjar, Begini Penjelasan PTAM Intan Banjar

Dapat Kritikan Tegas dari Anggota Komisi II DPRD Banjar, Begini Penjelasan PTAM Intan Banjar
WAWANCARA - Kabag SDM PTAM Intan Banjar Ermina Zainah memberikan keterangan terkait tanggapan dari anggota Komisi II DPRD Banjar yakni, Saidan Pahmi.

MartapuraKlik – PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar beberapa waktu lalu, mendapatkan kritikan tegas dari anggota Komisi II DPRD Banjar yakni, Saidan Pahmi. Ia menyoal pengehentian suplai air bersih dibeberapa wilayah Kabupaten Banjar, ditambah menyampaikan keluhan masyarakat terkait admin media sosial milik perusahaan pelat merah milik Kabupaten Banjar ini membatasi masyarakat untuk berkomentar memberikan saran, kritik dan masukan terhadap pelayanan air bersih.

Ia juga menyinggung soal ketidaklancaran distribusi air bersih yang sering dialami pelanggan Intan Banjar terutama di daerah perbatasan.

Read More

Menanggapi perihal tersebut, Kabag SDM PTAM Intan Banjar Ermina Zainah menjelaskan, terkait pembatasan komentar di media sosial, hal ini dilakukan menurutnya karena komentar di media sosial menyulitkan untuk merespon pengaduan.

“Kita lebih mengarahkan ke direct message (DM). Karena kita bisa menghandel pengaduan pelanggan dan memberikan respon cepat. Kalau di komentar kadang tertutup komentar lain,” jelasnya, kepada MartapuraKlik, belum lama tadi.

Disamping itu, pihaknya sedang menyusun customer service (CS) di media sosial dalam satu wadah agar cepat merespon pelanggan.

“Juga melakukan penambahan personel khusus untuk keperluan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Ermina, pihaknyan juga sering update berita terkait layanan PTAM Intan Banjar melalui media sosial, website sampai melalui berbagai media lain seperti radio.

“Selain itu, media sosial resmi yang saat ini dimiliki PTAM Intan Banjar juga akan ditambah, tak hanya melalui Instagram saja,” sebutnya.

Terkait penghentian suplai air bersih akibat perbaikan yang melebihi jadwal yang ditentukan, Ermina Zainah menyebutkan bahwa ini terjadi lantaran kesalahan yang dilakukan vendor PT. Drupadi Tirta Intan yang menangani pipa di Jalan Gubernur Syarkawi.

“Saat itu, memang ada perbaikan di pipa induk tersebut. Ternyata setelah dilakukan perbaikan, mengalami masalah lagi saat dioperasikan sehingga menambah panjang waktu perbaikan,” ungkapnya.

Ia mengungkakan, perbaikan tersebut terjadi hingga beberapa kali karena pihak vendor tersebut mempekerjakan tukang yang kurang profesional, akibatnya pihaknya langsung turun tangan memberikan solusi.

“Kita turut mendapatkan imbasnya. Bukan hanya masyarakat saja yang dirugikan, pendapatan PTAM Intan Banjar juga turun drastis akibat keterlambatan perbaikan tersebut,” bebernya.

Masyarakat yang terdampak keterlambatan tersebut, lanjutnya, langsung diberikan bantuan air bersih yang disalurkan menggunakan truk tangki dengan kapasitas 4.000 liter.

“Waktu itu langsung kami kirimkan truk tangki ari bersih kepada masyarakat. Namun, kami sendiri mengalami kendala. Selain terbatasnya jumlah armada yang hanya 2 unit, jalan menuju lokasi juga rusak akibat terendam air, sehingga tak bisa tertangani semuanya,” tuturnya..

Ke depan PTAM Intan Banjar berencana akan menambah armada truk tangki yang selain digunakan untuk keperluan bisnis, “Juga menjadi solusi jika ke depan ada kejadian serupa,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *