BPBD Banjar Sebut Penerima Dana Stimulan Harus Diverifikasi Ulang

BPBD Banjar Sebut Penerima Dana Stimulan Harus Diverifikasi Ulang
WAWANCARA - Kalak BPBD Banjar HM Irwan Kumar, memberikan keterangan terkait penerimaan dana stimulan harus diverifikasi ulang.

MartapuraKlik – Penyaluran bantuan dana stimulan kepada rumah warga yang terdampak banjir diawal Tahun 2021 lalu, baik itu rusak ringan, sedang dan berat terpaksa harus diverifikasi ulang.

Tertundanya penyaluran bantuan dana ini, tidak ada unsur kesengajaan. Namun, ada beberapa hal teknis yang perlu dipenuhi.

Read More

Alasan ini pun disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar HM Irwan Kumar, kepada MartapuraKlik berserta dua awak media lainnya, saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Rabu (1/12/2021).

“Ini didasari sesuai arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Kalsel, dengan peraturan petunjuk teknis pelaksanaan nomor 27 A yang ada, bahwa dana tersebut bisa disalurkan tetapi harus dilakukan verifikasi ulang,” jelasnya.

Atas dasar peraturan tersebut, lebih jauh dikatakan Irwan Kumar, pihaknya kembali membentuk tim verifikator lapangan yang bertugas untuk memvalidasi dan memverifikasi ulang data rumah warga penerima bantuan pasca terdampak banjir.

“Saat ini baru 4 kecamatan yang sudah kita lakukanw pendataan ulang. Hasil yang dilakukan ulang oleh verifikator terhadap rumah warga pasca terdampak banjir lalu yang terdata menerima bantuan, ternyata tidak ada kerusakan pada rumahnya,” ujarnya.

Pendataan ulang yang dikerjakan oleh tim verifikator lapangan sudah selesai. Selanjutnya, tinggal menyiapkan data baru dan bahan yang sudah ada.

“Nanti SK (Surat Keterangan) perubahan yang sudah dilakukan validasi, akan ditandatangani langsung oleh Bupati Banjar dan diserahkan ke pihak BNPB Kalsel. Untuk jumlah rumah yang memang layak mendapatkan bantuan,” bebernya.

Terkendala dengan minimnya waktu yang tersisa dipenghujung tahun ini, Kalak BPBD Banjar mengaku terpaksa menambah batas tempo penyaluran dana stimulan perbaikan rumah selama 30 hari dari rencana awal.

“Artinya, proses penyaluran itu bisa berlangsung hingga Maret 2022 mendatang,” ungkapnya.

Penambahan batas akhir itu juga didorong oleh beberapa faktor, di antaranya harus melakukan verifikasi ulang serta wajib mengajukan surat keputusan perpanjangan masa transisi pasca banjir kepada Bupati Banjar.

“Intinya perpanjangan waktu ini telah disepakati, berdasarkan keputusan hasil rapat bersama dari kelima BPBD yang ada di Kalsel,” katanya.

Disamping itu, bantuan perbaikan rumah bagi korban terdampak banjir akan diserahkan dalam bentuk barang yang disalurkan melalui tim verifikator.

“Dengan begini, seluruh kebutuhan yang diperlukan seperti bahan bangunan akan disiapkan langsung oleh petugas. Mereka yang terdampak tinggal mengambil saja apa kebutuhan mereka,” tuturnya.

Perlu diketahui, dana stimulan yang didapat Kabupaten Banjar dari pemerintah pusat mencapai Rp. 20 miliar.

Namun, dirinya menyebutkan, dana tersebut dipastikan tidak bakal terpakai seluruhnya. Pasalnya, data jumlah rumah yang rusak akibat terdampak banjir ini, berkurang dari data awal.

“Data awal sebelumnya ada 1.054 unit rumah yang rusak, tapi ternyata tidak sebanyak itu. Kelebihan dana itu akan dikembalikan lagi ke pemerintah pusat,” tutupnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *