Bertahun-tahun Dikuasai PT BIT, 12 Hektare Lahan Warga Belum Dibebaskan

DISDUKSI - Puluhan Warga didampingi Pembakal Alalak Padang saat berdiskusi dengan awak media, mengharapkan PT BIT untuk ganti rugi lahan mereka yang belum dibebaskan.

MartapuraKlik – Selain membiarkan lahan Plasma di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri, Kabupaten Banjar terbengkalai.

PT Borneo Indotani (BIT) juga menguasai lahan milik sejumlah warga setempat dan hingga kini tidak ada ganti rugi oleh perusahaan.

Read More

Bahrul Ilmi selaku Warga Alalak Padang mengatakan, ada sekitar 12 hektare lahan yang dikuasai perusahaan tersebut.

“Di mana lahan itu milik 5 warga setempat dan ditanami kelapa sawit oleh perusahaan sejak 2012 lalu,” katanya, kepada MartapuraKlik, belum lama tadi.

Warga juga sudah meminta ganti rugi, lanjut Bahrul, namun saat dilakukan pertemuan. Warga tidak sepakat atas penawaran ganti rugi oleh pihak perusahaan.

“Perusahaan hanya menawarkan ganti rugi Rp. 4 juta per hektare. Tentu saja warga menolak, karena harga lahan semestinya Rp. 25 juta per haktare,” sebutnya.

Hal serupa juga dibeberkan Pembakal Alalak Padang Anang Syahrun. Dirinya mendukung secara penuh atas keputusan warganya.

“Saya berharap perusahaan mengembalikan 48 hektar milik petani dan mengganti rugi lahan warga yang dikuasai sebanyak 12 hektare,” pintanya.

Tak hanya itu saja, lebih jauh dipaparkan Pembakal Alalak Padang, tanpa seizin warga hampir 100 hektare lahan di desa ini dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU).

“Diketahui ketika kami ingin mengurus sertifikat untuk kepemilikan lahannya secara gratis, dari program Presiden RI yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Namun, warga tidak bisa membuatkan sertifikat lahan karena telah dimasukkan perusahaan dalam kawasan HGU,” papar Anang Syahrun.

Ketika dikonfirmasi awak media melalui via Whatsapp Senin (13/6/2022) sore. Humas PT BIT Suharto, belum dapat memberikan keterangan dikarenakan sedang rapat. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *