Begini Cara Monitor Kualitas Kolam Ikan di Lahan Gambut dari Rumah

PENGABDIAN: Pembudidaya kolam ikan di Loktabat Utara Banjarbaru terbantu dengan adanya implementasi Internet of Things dalam monitoring dan otomatisasi kualitas air oleh Dosen FMIPA ULM. FOTO: istimewa

Martapuraklik – Dosen Program Studi Ilmu Komputer (Ilkom) Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM Banjarbaru ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil mewujudkan keinginan petani atau pembudidaya kolam ikan di Loktabat Utara Banjarbaru untuk bisa memonitor kualitas air kapan saja dan dimana saja. Bahkan bisa dari rumah sekalipun.

Pengelolaan kualitas air pada budidaya kolam ikan di lahan gambut Kalimantan Selatan memang harus dilakukan. Sehingga terjadi keseimbangan ekosistem perairan dalam suatu wadah yang terbatas.

Read More

Tentunya, pada lahan gambut pH air kolam sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Pada pH rendah kandungan oksigen terlarut akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen akan menurun, aktivitas pernafasan ikan naik dan selera makannya akan berkurang.
Praktis, produksi ikan pun bakal menurun, bahkan terancam gagal panen.

Karena itulah, dosen yang beranggotakan Dodon Turianto Nugrahadi, Irwan Budiman dan Reza Faisal ini melayangkan teknologi yang dapat memudahkan pembudidaya dalam memantau pengelolaan kondisi air gambut budidaya perikanan daerah lahan gambut.

“Kita mencoba mengimplementasikan hasil penelitian Internet of Things dalam monitoring dan otomatisasi kualitas air kolam ikan lahan gambut Kalimantan Selatan berbasis Tenaga Surya,” ujar Dodon, Rabu (30/11/2022).

Dijelaskannya, pada penerapan pemantauan kolam ikan berbasis IoT (Internet of Things), telah berkembang berbagai sensor. Pengelolaan air pada budidaya perairan dan perikanan terdiri dari faktor fisika dan kimia, yaitu kondisi suhu, kelarutan oksigen, pH (derajat keasaman), konsentrasi jumlah ion serta padatan bahan-bahan organik dan inorganik.

“Kualitas air dalam budidaya air sangat perlu diperhatikan, sehingga mekanisme pertukaran dan penggantian air dapat selalu dijaga dengan baik oleh pembudidaya ikan,” pungkasnya.

Penggunaan teknologi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu berbasis IoT (Internet of Things) dan tenaga surya. Teknologi sensor juga dipilih karena dalam penentuan variable ukur nilai suhu, kelembaban, pH dan kadar oksigen terlarut dalam air lebih mudah diketahui.

Selain masalah dalam implementasinya yaitu kendala kelistrikan merupakan salah satu kendala yang sering muncul di dalam budidaya ikan. Kemudian, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut digunakan alternatif seperti energi terbarukan atau panel surya yang meggunakan tenaga surya untuk menghasilkan energi listrik.

“Hasilnya, pembudidaya kolam ikan bisa memantau kondisi suhu, dan kondisi tds air dengan menggunakan jaringan internet GSM berbasis MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) serta bertenaga surya. Hasil implementasi ini terpenuhinya pemantauan secara real time kondisi kolam budidaya ikan,” ujarnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *