Baru Setahun Diselesaikan, Konstruksi Bangunan Siring di Desa Sungai Raya Miring

MIRING - Konstruksi bangunan siring di Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar tampak miring hingga terjadi lubang panjang.

MartapuraKlik – Diperkirakan baru setahun selesai dikerjakannya pembangunan siring dengan pondasi tiang pancang beton, di Jalan Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, pada akhir 2021 lalu.

Namun, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Al-Fatih Karya bersumber dana dari Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sebesar Rp.1.483.657.002. Saat ini, proses pengerjaan yang dilaksanakan selama 80 hari kalender tersebut pun mengalami sedikit kemiringan.

Read More

Berdasarkan pantauan di lapangan, dampak kemiringan konstruksi bangunan siring ini. Tepatnya pada bahu jalan disepanjang tepi sungai tersebut berlubang.

Menurut warga setempat, meski sudah diperbaiki lebih bagus dari sebelumnya. Namun, apabila melintas di jalan tersebut pengendara harus berhati-hati.

“Alhamdulillah jalannya lebih bagus dari sebelumnya. Tapi ya harus berhati-hati juga, karena selain jalannya yang rusak, juga terdapat lubang yang dalam disekitar tepi siring itu,” ujar Andy, kepada MartapuraKlik, belum lama tadi.

Menanggapi perihal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Banjar Jimmy, angkat bicara.

“Berdasarkan hasil As Built Drawing (gambar setelah pelaksanaan) memang posisinya tidak rata, tetapi ada penyesuaian pemasangan dari bahu jalan. Mungkin berdasarkan badan jalan di sana,” ucapnya, kepada MartapuraKlik, Selasa (4/10/2022) sore.

Dirinya yang baru menjabat sebagai Kabid Bina Marga ini, hanya bisa memberikan gambaran bahwa berdasarkan hasil perencanaan gambar yang ada ini, tentunya sudah melalui proses penyelidikan tanah dan sebagainya.

“Kalau dilihat dari RAB (Rencana Anggaran Biaya), memang ada item pengerjaan timbunan biasa dari sumber galian,” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan volume timbunan dari sumber galian, memang sebatas itu. Lokasinya tidak sama dengan batas jalannya, dilihat adanya penurunan badan jalan.

“Ini pasti sudah menyesuaikan volume yang ada dikontrak dan perubahannya,” jelasnya.

Ketika ditanya, apakah akan berpengaruh besar nantinya akibat kemiringan konstruksi bangunan tersebut? Jimmy mengatakan, belum bisa memastikan hal itu.

“Sementara,  saya belum bisa memberikan jawaban yang pasti. Tetapi melihat umur bangunan tersebut dalam satu tahun, diperkirakan masih tahap aman selama tidak terjadi banjir besar,” sebutnya.

Seharusnya kalau bicara itu, lanjut Jimmy, sesuai hasil perencanaan, sementara hasil perencanaan belum ada di tangannya.

“Sementara belum ada memegang hasil perencanaannya dan baru melihat hasil As Built Drawing saja. Jadi harapan kita sih mudah-mudahan diperecanaan itu sesuai dengan persyaratan,” ungkapnya.

Untuk penilaian sementara, bisa diperkirakan masih aman. Kecuali ada keadaan tertentu diluar dari perkiraannya.

“Kecuali bagian badan sungai terjadi pergerakan galian sungai akibat hantaman cukup tinggi dari atas, mungkin bisa jadi sedikit bergeser. Semoga tidak terjadi,” harapnya. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *