Bahas Pembangunan Fisik Sekolah! Komisi IV DPRD Gelar RDP Bersama Disdik

RDP - Komisi IV DPRD menggelar RDP bersama Disdik Kabupaten Banjar, membahas tentang penyampaian fisik sekolah di 2023 dan 2024, Selasa (2/1/2024).

MartapuraKlik – Mengawali awal tahun, Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar.

RDP kali ini membahas tentang penyampaian pembangunan fisik sekolah pada 2023 dan 2024, bertempat di ruangan Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Selasa (2/1/2024).

Read More

Kepala Disdik Banjar Liana Penny mengatakan, di 2023 untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur sekolah sudah rampung 100 persen.

“Untuk kegiatan revitalisasi yang didampingi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar sebanyak 5 SDN dengan anggaran Rp.1 miliar lebih, Alhamdulillah juga berjalan dengan lancar,” kata Liana Penny.

Meski begitu, lanjut Liana Penny, saat kegiatan fisik di 2023 berlangsung. Dari 143 sekolah yang dilakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur, ada 2 pekerjaan sekolah yang mengalami keterlambatan dan kontraktornya juga sudah diberi sanksi.

“Alhamdulillah sudah terselesaikan juga. Semoga di 2024 nanti, pekerjaan fisik sekolah dapat selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak barang dan jasa,” harapnya.

Usai RDP bersama Disdik Kabupaten Banjar, Ketua Komisi IV DPRD Banjar Gusti Abdurrachman mengungkapkan, pihaknya meminta Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2023, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Karena tugas dan fungsi kami itu sebagai pengawas dan penganggaran. DPA 2023 itu kami pertanyakan sudah sejauh mana pelaksanaannya terealisasi,” ucap pria akrab disapa Antung Aman ini.

Terkait penyampaian dari Disdik, lanjut Antung Aman, ada 2 Sekolah Dasar (SD) Negeri yang tidak tepat waktu penyelesaiannya, yakni SD Negeri Sungai Asam dan Pematang Danau.

“Namun saat ini sudah diselesaikan dan kontraktornya sudah dikenakan finalty,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga meminta DPA 2024 namun belum ada. Oleh karena itu, dirinya hanya meminta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

“Tapi kami tidak mungkin membahas itu, karena waktunya akan panjang. Makanya akan kami pelajari dulu,” pungkas Fraksi Golkar ini. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *