Aparat Desa Mandiangin Timur Akui Pembuatan SKT Ini Dimaksudkan Untuk Kemaslahatan Bersama

USAI PEMERIKSAAN - Pembakal, Sekdes dan Kaling 1 Desa Mandiangin Timur memberikan keterangan usai jalani pemeriksaan di Unit Tipidkor Satuan Reskrim Polres Banjar pada, 24 November 2023.

MartapuraKlik – Usai dilakukan pemeriksaan dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banjar. Dari 4 aparat desa yang memenuhi pemanggilan tersebut, 3 orang di antaranya pembakal, Sekdes dan Kepala Lingkungan (Kaling) 1 Desa Mandiangin Timur, bersedia untuk diwawancarai awak media.

Ketika dikonfirmasi MartapuraKlik beserta awak media lainnya, Sekdes Mandiangin Timur Mahrusaini, meluruskan bahwa semua dugaan itu hanya kesalahpahaman saja. Mereka berani menjamin tanah tersebut tidak dijual dan murni untuk memajukan perekonomian masyakarat desa.

Read More

Ia mengatakan, adanya pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) dengan mengatasnamakan pribadi dan keluarganya ini dimaksudkan untuk kemaslahatan bersama dalam membangun agrowisata yang berada di Bukit Manjai, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan.

“Jadi, tanah itu sekali lagi tidak dijual tapi dikelola. Pembuatan SKT ini tujuannya untuk jaminan investor dan sebagai mengikat landasan perizinan. Karena agrowisata sebesar itu tentu secara legalitas perizinannya juga harus ada,” kata Mahrusaini.

Ia memastikan bahwa secara tegas melalui lisan dan sampai ahli waris mereka tidak akan bisa mengambil dan menjual lahan tersebut kepada siapa pun.

Ditanya soal uang yang diterimanya sebesar Rp.2,8 juta per SKT, Mahrusaini mengaku bahwa uang tersebut hasil pemberian oleh salah seorang investor.

“Nah itu sebagai hadiah saja alias secara cuma-cuma oleh investor dan kami tidak meminta atau mematok angka. Itu murni dikasih,” akunya.

Kalau nantinya agriwisata Bukit Manjai berhasil dikembangkan, tambah Mahrusaini, maka 25 persen dari pendapatan ini diserahkan untuk desa.

“Sisanya, dinikmati oleh masyarakat sekitar untuk menunjang peningkatan perekonomian secara berkelanjutan. Apabila menghasilkan sesuai kesepatakan bersama besaran angkanya memang segitu,” tambahnya.

Sementara, Kaling 1 Desa Mandiangin Timur M Alfiani mengungkapkan, selama ini agrowisata Bukit Manjai hanya menghasilkan pendapatan dari retribusi parkir. Jika wisata alam ini bisa dikembangkan, maka bisa menambah penghasilan masyarakat.

“Semua kembali ke masyarakat. Untuk peningkatan sektor kuliner akan kita rangkul semua, terutama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan kita libatkan,” ungkap M Alfiani.

Ketika disinggung adanya dugaan tanda tangan palsu Ketua RT 02, yang dilakukan olehnya. Ia enggan berkomentar dan menyerahkan penjelasan ini kepada pihak berwajib, yakni Polres Banjar.

“Kita dipanggil ke sini (Polres Banjar) hanya untuk klarifikasi dan undangannya bersifat biasa. Kita menjelaskan perjalanan dari awal hingga terjadinya hal ini. Intinya, kami tak ingin mencari pembelaan,” bebernya.

Perlu diketahui, karena berdasarkan keterangan saksi saat pemeriksaan berlangsung melibatkan investor.

Rencananya, Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Banjar juga melakukan pemanggilan kepada investor untuk dimintai keterangan sebagai pelengkap data atas dugaan terkait pembuatan SKT seluas 88 hektare. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *