Alunan Musik Kintung Khas Banjar Dipercaya Bisa Turunkan Hujan

Alunan Musik Kintung Khas Banjar Dipercaya Bisa Turunkan Hujan
MUSIK KINTUNG - Kelompok Musik Kintung Ar-Rahman Desa Muara Bincau, tengah memainkan alat Musik Kintung.

MartapuraKlik – Musik Kintung merupakan salah satu kesenian musik tradisional dari Suku Banjar yang berasal dari daerah Kabupaten Banjar, yaitu di desa Sungai Alat, Astambul dan Bincau, Martapura.

Musik Kintung yang terbuat dari bambu dan berbentuk mirip seperti angklung dari Jawa Barat, termasuk alat musik pentatonis. Sejenis alat musik perkusi karena cara membunyikannya dihentakkan pada sebuah potongan kayu yang bundar.

Read More

Alunan musik merdu yang cukup langka ini pun pernah ditampilkan Kelompok Musik Kintung Ar-Rahman Desa Muara Bincau, Martapura, untuk menghibur pengunjung disela kegiatan Pasar Murah, belum lama tadi.

Menurut Gusti Jadri, kesenian musik tradisional Banjar ini, ia akui merupakan budaya petani Banjar di masa lalu.

“Biasanya dilakukan di musim kemarau ketika hujan tak turun sama sekali,” ujar perwakilan Kelompok Musik Kintung Ar-Rahman ini, Kamis (10/3/2022).

Alunan Musik Kintung Khas Banjar Dipercaya Bisa Turunkan Hujan

Gusti Jadri pun menceritakan, pagelaran Musik Kintung biasanya dilakukan saat malam hari, usai Salat Isya.

“Jadi, dulu ada kepercayaan alunan musik ini bisa diharapkan menyeru agar kodok bisa berbunyi bersahut-sahutan dan dipercaya bisa membuat turun hujan,” katanya.

Menurutnya, tanda akan turun hujan itu ketika bunyi kodok yang bersahutan.

“Hal inilah yang mendasari kepercayaan tersebut,” ucap Gusti Jadri.

Alat Musik Kintung, lanjutnya, berjumlah 7 buah. Masing-masing memiliki nada berbeda dan mempunyai nama seperti, Hintalu Randah, Hintalu Tinggi, Tinti Pajak, Tinti Gorok, Pindua Randah, Pindua Tinggi dan Gorok Tuha.

“Dulu zaman Bupati Budigawis, alat musik ini sering diperlombakan antar kampung dan berhadiah. Pertandingannya dinilai dari keserasian dalam menggerakkan alat musiknya,” tuturnya.

Namun saat ini, tambah Gusti Jadri, Musik Kintung sudah tak diperlombakan lagi dan mulai langka.

“Ini karena seniman yang tersisa hanya orang-orang tua. Jarang generasi muda yang mau meneruskan kesenian ini,” cetusnya.

Pada perkembangannya musik Kintung merupakan musik yang bersifat instrumentalia dan dapat mengiringi lagu atau nyanyian Banjar umumnya yang berjenis lagu-lagu tirik dan japin. Di mana agar lebih harmonisasi biasanya ditambah dengan babun (gendang) dan gong atau alat musik lainnya yang diperlukan. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *