90 Pelaku Usaha IKM di Kabupaten Banjar Ikuti Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan, Ini Tujuannya

90 Pelaku Usaha IKM di Kabupaten Banjar Ikuti Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan, Ini Tujuannya
DIIKUTI - Sebanyak 90 peserta pelaku usaha IKM mengikuti Bimtek tentang penyuluhan keamanan pangan angkatan I fasilitas PIRT. Sebagai narasumber dari pihak Dinas Kesehatan dan BPOM Kalsel.

MartapuraKlik – Sebanyak 45 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) tentang penyuluhan keamanan pangan angkatan I fasilitas Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), bertempat di salah satu lesehan rumah makan di Desa Handil I Penggalaman, Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Rabu (10/11/2021).

Kegiatan diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banjar ini, bertujuan untuk meningkatkan mutu produk yang bersih dan higienis.

Read More

“Bimtek ini kita adakan selama dua hari. Di mana jumlah total peserta yang mengikuti sebanyak 90 pelaku usaha IKM yang berada di 20 kecamatan Kabupaten Banjar. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini jadi kita bagi menjadi dua sesi,” jelas Kepala Disperindag Banjar I Gusti Made Suryawati.

Disamping itu, Kepala Disperindag berharap, melalui kegiatan ini para pelaku usaha binaan tersebut bisa menghasilkan produk yang bersih serta higienis, sehingga layak jual hingga menjangkau pasar ritel modern dan pastinya layak konsumsi.

90 Pelaku Usaha IKM di Kabupaten Banjar Ikuti Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan, Ini Tujuannya
MENUNJUKAN – Kepala Disperindag Banjar I Gusti Made Suryawati, menunjukan hasil produk olahan pelaku usaha IKM di Kabupaten Banjar yang nantinya akan dilakukan uji laboratorium sebagai kelayakan makanan dan keamanan pangan terjamin.

“Kegiatan ini salah satu upaya agar hasil produk binaan nantinya mudah mendapatkan sertifikat PIRT. Untuk mendapatkan izin PIRT, minimal olahan produk pelaku usaha IKM masa simpannya bisa sampai tahan 7 hari,” tambahnya.

Selanjutnya kata Made, produk olahan IKM yang kebanyakan makanan kering ini akan di uji dilaboratorium sebagai kelayakan makanan dan keamanan pangan terjamin.

“Produk olahan mereka itu harus dinyatakan negatif berdasarkan hasil laboratorium nanti. Agar bisa dinyatakan layak makan dan keamanan pangan terjamin,” ujarnya.

Untuk desain label produk olahan para pelaku IKM ini, Disperindag Kabupaten Banjar sudah menyediakan tempat untuk pembuatan labelnya.

“Rumah Kemasan Banjar milik Disperindag ini, kita sediakan sebagai tempat desain label produk yang akan dibuat sesuai desain masing-masing pelaku usaha IKM, dan untuk pembuatan label tersebut tidak dipungut biaya atau gratis,” ucap Made. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *