7 Petani Muda di Kabupaten Banjar Terima Dana Hibah Permodalan, Begini Penjelasan Plt TPH Banjar

7 Petani Muda di Kabupaten Banjar Terima Dana Hibah Permodalan, Begini Penjelasan Plt TPH Banjar
WAWANCARA - Plt Dinas TPH Banjar HM Riza Dauly memberikan keteangan kepada MartapuraKlik dan satu awak media, terkait penerima dana hibah permodalan dari FAQ yang diserakan kepada petani muda di Kabpaten Banjar.

MartapuraKlik – Sebelumnya diberitakan, 20 September 2021 lalu. Sejumlah petani dan peternak di Kabupaten Banjar menerima hibah dana untuk permodalan usaha.

Hibah dana yang diserahkan Bupati Banjar Saidi Mansyur, adalah hibah kompetitif Program YESS kepada tujuh orang petani millenial dengan total dana sebesar Rp. 489,9 juta.

Read More

Para penerima tersebut adalah Abdul Rohim (Pemasaran Bokar) sebesar Rp. 84 Juta, Hendra Prasetyo (Ternak Kambing) Rp. 94,5 Juta, Muhammad Noor (Ternak Ayam Sumber Rezeki) Rp. 78 Juta, Muhammad Subki (Ternak Itik Petelor) Rp. 75 Juta, Muhammad Syarwani (Ternak Itik) Rp. 44,7 Juta, Rifana Ayu Wardani (Peternakan Kambing) Rp. 57 Juta dan Riki Yakub (Ternak Itik) Rp. 56,7 Juta.

Hibah Kompetitif Program YESS yang diserahkan kepada Para Petani Milenial ini, berasal dari Food Agriculture Organization (FAO), yakni salah satu organisasi internasional yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar HM Riza Dauly mengatakan, pemberian hibah tersebut selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Bupati-Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur-Said Idrus memiliki visi untuk menciptakan kewirausahaan dan peningkatan lapangan kerja. Salah satu potensi daerah yang bisa digali sesuai visi tersebut adalah pertanian,” ungkapnya, kepada MartapuraKlik saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama tadi.

Pemberian hibah tersebut, lanjutnya, diberikan pada petani muda yang sudah mengikuti pelatihan pada program Yess, di mana diberikan pelatihan mulai dari pembuatan proposal bisnis hingga manajemen bisnis pertanian.

“Mereka yang mendapatkan dana hibah tersebut, sudah mendapatkan pelatihan. Sehingga mendapatkan akses modal yang dananya berasal hibah organisasi internasional,” jelasnya.

Selain mengikuti pelatihan program Yess dan mengajukan proposal, sebelumnya penerima hibah juga telah menjalankan bisnisnya dibidang pertanian minimal 4 bulan.

“Kemudian setelah mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah, bisnis yang diajukan tersebut dianalisa kelayakannya oleh Lembaga tersebut,” tambahnya.

Namun petani milenial yang mengikuti program Yess, tapi belum mendapatkan kesempatan hibah tersebut tetap bisa mendapatkan akses permodalan.

“Kami juga siapkan permodalan tanpa bunga yang bisa diakses oleh pemuda kita yang mau berusaha di sektor pertanian, mulai dari kegiatan usaha di hulu hingga hilir seperti pengolahan produk pertanian,” sebutnya.

Hal ini, lebih jauh dikatakan Riza Dauly, akan dilakukan melalui mekanisme program Kurma Manis, yakni kredit usaha tanpa bunga yang diluncurkan Bupati Banjar beberapa waktu yang lalu.

“Permodalan dengan bunga 0 persen tersebut bisa diakses dengan persyaratan, di antaranya usaha tersebut sudah berjalan selama 6 bulan dan mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mendukung visi dan misi Bupati-Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur-Said Idrus yang mengangkat slogan Maju, Mandiri dan Agamis (Manis). (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *