6 Tahun Berstatus DPO, Tabur Intelejen Kejari Kabupaten Banjar Ringkus Terpidana Pemalsu Surat

6 Tahun Berstatus DPO, Tabur Intelejen Kejari Kabupaten Banjar Ringkus Terpidana Pemalsu Surat

MartapuraKlik – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar berhasil mengamankan terpidana kasus perkara pidana memakai surat palsu yang termasuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Kamis (3/2/2022) dini hari.

Penangkapan terpidana atas nama Muhammad Irfansyah alias Ifan ini, berhasil diringkus oleh tim Tangkap Buron (TABUR) Intelijen Kejari Kabupaten Banjar dipimpin langsung oleh Pj Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjar dibantu Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU).

Read More

Terpidana sendiri berhasil diringkus di Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, sekitar pukul 02.40 Wita.

Hal ini disampaikan Kepala Kejari Banjar Hartadhi Christianto, dalam konferensi pers, Kamis (3/2/2022).

Ia mengungkapkan, terpidana sendiri telah berstatus DPO selama kurang lebih 6 tahun.

“Terpidana sendiri masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar dalam perkara tindak pidana memakai surat palsu atau yang dipalsukan yang menimbulkan kerugian secara bersama-sama,” ungkapnya.

Penangkapan ini sendiri, lanjutnya, upaya paksa guna melaksanakan eksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 648/K/Pid/2016 tanggal 11 Oktober 2016 yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Di mana terdakwa ini terbukti secara sah dan menyakinkan barsalah melakukan tindak pidana “memakai surat palsu atau yang dipalsukan yang menimbulkan kerugian secara bersama-sama” sesuai pasal 263 KUHP ayat (2) Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Lebih jauh dikatakan Kajari Banjar, terpidana tersangkut kasus tersebut lantaran melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan turut serta membantu kejahatan terkait penjualan tanah yang ada di Kelurahan Kertak Hanyar Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

“Terpidana bersepakat dengan korban, yakni Yoyo Indrajaya untuk melakukan jual beli sebidang tanah dengan harga Rp. 13,5 miliar. Setelah proses jual beli dilakukan, ternyata objek jual beli tersebut bersertifikat atas nama orang lain. Korban yang mengalami kerugian kemudian melaporkan tersangka ke Polda Kalsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” beber Hartadhi Christianto.

Terpidana Ifan sendiri, sambung Kajari Banjar ini tak bekerja sendiri, tapi dibantu seorang temannya dalam membantu mengurus surat menyurat.

“Kalau peran terpidana ini adalah pihak yang aktif menawarkan hingga melakukan transaksi, juga mengimingi tersangka lain untuk membantu dalam mengurus surat. Atas perbuatan tersebut, terpidana yang dijatuhkan dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan,” sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan Kesehatan dan Swab Antigen akan segera dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banjarbaru. (ari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *